JAKARTA, fornews.co – Ribuan masyarakat Musi Banyuasin yang tergabung dalam Ikatan Keluarga Musi Banyuasin (IKA Muba) se-Jabodetabek (Jakarta, Bogor, Depok, Tangerang, Bekasi) memadati Ballroom Balai Sudirman Jakarta, Minggu (06/10). Mereka berkumpul untuk bersilaturahmi dengan Bupati Muba H Dodi Reza Alex.
“Kami bangga dengan Bupati sekarang, melalui informasi yang kami dapat bahwa telah banyak pembangunan infrastruktur jalan, listrik dan sarana umum lainnya yang sudah dicapai,” ujar Ketua IKA Muba Jabodetabek, Ibrahim Gause saat memberikan sambutan pada acara Silaturahmi Bersama Bupati Muba H Dodi Reza Alex.
Menurut Ibrahim, saat ini tercatat ada lebih kurang 5.000 warga Muba yang berdomisili di Jabodetabek dan tergabung dalam organisasi IKA Muba. “Meski jauh disini, tapi kami terus memantau informasi dan perkembangan di Muba,” katanya.
Ibrahim menerangkan, IKA Muba sudah ada 40 tahun yang lalu dan hingga kini komunikasi seluruh anggota tetap terjaga dengan baik.
“Alhamdulillah selama dua tahun belakangan ini telah sangat banyak terobosan serta kemajuan. Kabupaten Muba sekarang sudah berkembang pesat pembangunannya. Kami turut bangga sebagai orang Muba. Kami juga ucapkan terima kasih kepada Pemkab Muba atas terselenggaranya acara silaturahmi ini,” tukasnya.
Sementara itu, Bupati Muba H Dodi Reza Alex menyampaikan bahwa pogram prioritas Pemkab Muba saat ini fokus pada pembangunan infrastruktur, listrik dan air bersih.
“Salah satu contohnya di Lalan kita ada BUMD sendiri PT MEP untuk suplai listrik. Tapi terkendala biaya yang mahal, jadi sekarang kita kejar PLN. Alhamdulillah sedang dibangun jaringan PLN dari Banyuasin (Penugukan) untuk menerangi 8.000 KK di Lalan,” jelasnya.
Selanjutnya, Dodi menerangkan, Kabupaten Muba tepatnya di Kecamatan Bayung Lencir yang merupakan pemasok dan penyuplai gas terbesar, harus dimanfaatkan untuk kawasan sekitar. “Kita sudah bekerjasama dengan PT Medco untuk membangun kilang LPG di Kecamatan Bayung Lencir,” ujar Dodi.
Di bidang kesehatan, Pemkab Muba melalui Dinas Kesehatan Muba sudah menerapkan program UHC (Universal Health Coverage/Jaminan Kesehatan Semesta). “Jadi alhamdulillah sudah 100% warga Muba di-cover oleh asuransi, dan Muba juga mendapat predikat UHC,” bebernya.
Lalu di sektor pendidikan, menurut Dodi Pemkab Muba sangat fokus, tidak hanya dari alokasi anggaran tapi juga telah banyak kerja sama dengan lembaga pendidikan untuk membangun SDM yang unggul. Tidak hanya guru-guru yang dilatih dengan lembaga nasional agar lebih berkualitas, tapi juga kerja sama dengan Sampoerna Foundation kelas Internasional.
“Bagi siswa-siswi juga, baru-baru ini kita beri beasiswa kepada enam orang peserta didik untuk kuliah double degree di Arizona University kerja sama dengan Sampoerna University,” tambahnya.
Disampaikan Dodi, Muba bukan hanya kaya SDA seperti minyak bumi, gas, batu bara, akan tetapi punya potensi kearifan lokalnya juga seperti Bongen, Bekarang dan Jumputan Gambo Muba serta kuliner, cita rasa, dan kekhasan lainnya.
“Maka dari itu kita sebagai orang Muba patut berbangga, karena telah banyak hal yang kita perbuat untuk memajukan daerah kita. Saya meminta kepada warga Muba yang tergabung dalam IKA Muba Jabodetabek untuk menyampaikan ke warga di Jabodetabek bahwa Muba banyak berikan kontribusi ke Republik ini. Jadi kita patut bangga menjadi orang Muba. Kami sadar apa yang kami lakukan belum sempurna, tapi paling tidak sudah berada di jalur yang benar. Maka dari itu butuh dukungan dari semua pihak,” tukas Dodi. (ije)

















