PALEMBANG, fornews.co – Jelang Lebaran biasanya saat dinanti-nanti para pedagang kebutuhan Lebaran termasuk penjual kue kering. Akan tetapi kali ini semuanya berbeda.
Pandemi COVID-19 ditambah pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang membuat omset penjual kue kering menurun drastis.
Salah satunya sentra penjualan kue kering di Pasar 7 Ulu Kota Palembang. Transaksi di H-3 ini biasa-biasa saja bahkan cenderung sepi. Hal ini jauh berbeda dibandingkan Lebaran tahun lalu.
“Sebelum ada COVID-19 jualan kami lancar saja. Kalau sekarang, meskipun masih ada masyarakat yang membeli tetapi tidak seramai tahun kemarin. Kalau dihitung-hitung omset turun 50 persen lebih,” ujar salah seorang pedagang kue kering di Pasar 7 Ulu, Nadya, ditemui Kamis (21/05).
Menurut Nadya, sepinya pembeli dikarenakan imbas dari penerapan PSBB dan imbauan Pemerintah untuk di rumah saja. Selain itu larangan untuk mudik juga sangat berimbas pada aktivitas transaksi di pasar tradisional.
“Para pembeli juga kalau belanja tidak terlalu banyak, kebanyakan mereka membeli hanya satu samapi dua kilogram saja. Kalau tahun lalu pembeli sangat ramai untuk dibawa ke kampung halaman sebagai oleh-oleh,” katanya.
Sementara itu, Leli, salah seorang warga yang berbelanja kue kering untuk Lebaran mengatakan, dirinya membeli kue untuk cukup makan di rumah saja.
“Karena Kota Palembang sudah PSBB pasti tamu yang datang tidak terlalu banyak. Paling tetangga dan keluarga saja yang datang, makanya saya hanya membeli sedikit,” tuturnya. (cr4)

















