JAKARTA, fornews.co — Education Dialogue: Showcasing Indonesian Education Reform to Palestinian Ministry of Education yang digelar Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) di Jakarta menjadi upaya kerja sama internasional di bidang pendidikan.
Wakil Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah, Atip Latipulhayat, menyebut dialog ini bukan merupakan forum satu arah, melainkan ruang kolaboratif untuk saling belajar.
“Indonesia berbagi pengalaman reformasi pendidikan, namun kami juga belajar dari ketangguhan sistem pendidikan Palestina dalam menjaga keberlanjutan pembelajaran di tengah situasi krisis,” katanya.
Pertemuan ini juga sebagai pertukaran pemikiran yang jujur. Indonesia berbagi capaian, tetapi juga menyerap pelajaran dari Palestina yang menjaga keberlangsungan belajar dalam situasi krisis.
Delegasi Kementerian Pendidikan Palestina, perwakilan Pemerintah Australia melalui Kedutaan Besar Australia untuk Indonesia, serta pejabat lintas kementerian hadir dalam dialog tersebut.
Fokusnya jelas, bagaimana kebijakan bisa menjawab kebutuhan nyata di ruang kelas dari kualitas guru hingga pengalaman belajar murid.
Indonesia memaparkan paket kebijakan yang sedang dijalankan pembaruan kurikulum, penguatan manajemen dan pengembangan guru, serta strategi pemulihan pembelajaran.
Di luar aspek teknis, pemerintah menekankan pendekatan pembelajaran mendalam dan pendidikan berbasis nilai sebagai fondasi.
Pendidikan tidak berhenti pada capaian akademik, tetapi membentuk identitas, empati, dan kohesi sosial.
Pandangan ini menjadi titik temu dengan kepentingan internasional. Minister Counsellor Kedutaan Besar Australia, Tim Stapleton, mengingatkan bahwa pendidikan tetap instrumen paling konsisten untuk mengurangi kemiskinan, memperluas kesetaraan, dan menjaga perdamaian.
Sementara itu, Direktur Jenderal Kementerian Luar Negeri, Daniel Tumpal Sumurung Simanjuntak, menegaskan dukungan Indonesia pada kerja sama trilateral Indonesia–Australia–Palestina sebagai bagian dari diplomasi pembangunan dan kemanusiaan.
Indonesia tidak hanya berbagi resep, tetapi juga membuka ruang kritik atas kebijakannya sendiri.
Palestina, di sisi lain, tidak ditempatkan sebagai penerima, melainkan mitra yang membawa pengalaman berharga tentang keberlanjutan pendidikan dalam kondisi ekstrem.
Dari pertemuan ini, pendidikan tampil sebagai kerja bersama lintas negara lintas pengalaman, untuk memastikan ruang belajar tetap hidup dan bermakna bagi generasi berikutnya.
Dialog tidak berhenti pada ruang konferensi. Delegasi Palestina dijadwalkan berkunjung ke Jogjakarta dan Surabaya untuk melihat implementasi kebijakan di sekolah.

















