PALEMBANG, fornews.co – Cabor sport climbing kembali menambah pundi-pundi medali bagi kontingen Indonesia di ajang Asian Games 2018. Dua medali emas dan satu medali perak dipersembahkan pemanjat Merah Putih di nomor speed relay.
Dua medali emas Indonesia berasal dari putra dan putri. Di sektor putri, perebutan medali emas, Indonesia 1 berhasil menjadi yang terbaik setelah mengalahkan China 2. Indonesia finis 25,45 detik. Sementara China 2 gagal finis karena pemanjat pertama gagal menekan timer dan dinilai melakukan kesalahan. Di perebutan tempat ketiga, China 1 berhasil menundukkan Iran untuk memastikan medali perunggu.
Sementara di sektor putra, terjadi all Indonesian final. Hal itu setelah di laga semifinal yang mempertemukan Indonesia 1 versus China 1. Aspar dkk sukses menyelesaikan laga sengit dengan waktu 19,20 detik. Sedangkan China harus puas menyelesaikan pertandingan 19,87 detik karena pemanjat ketiga sempat terpeleset.
Di semifinal lainnya, Indonesia 2 sukses melaju ke babak final setelah menyelesaikan pertandingan dengan 18,99 detik. Sedangkan China 2 gagal melanjutkan pertandingan karena pemanjat ketiganya terjatuh.
Pada partai puncak, Indonesia 2 (Muhammad Hinayah, Rindi Sufriyanto, Abu Dzar Yulianto) meraih emas setelah mengalahkan Indonesia 1 (Aspar, Sabri, Pangeran Septo Wibowo Siburian) dengan waktu 16,68 detik. Sementara Indonesia 1 mengalami fault start di pemanjat kedua karena pemanjat pertama gagal menekan timer.
Sementara China 2 memastikan medali perunggu setelah China 1 melakukan kesalahan di perebutan tempat ketiga.
“Terima kasih masyarakat Indonesia, khususnya Sumsel, pelatih dan pengurus, sehingga kami bisa mendapatkan hasil terbaik ini,” ujar Muhammad Hinayah usai memastikan medali emas speed relay putra Asian Games di Jakabaring Sport Climbing, Senin (27/08).
Hinayah yang merupakan putra asli Sumsel ini mengaku sangat bangga dan termotivasi sekali dengan pencapaiannya ini. Hinayah pun bisa memenuhi target pribadinua untuk membahagiakan orang tua.
“Cita-cita saya membahagiakan orang tua saya. (medali emas) ini hadiah buat orang tua saya. Selain itu hasil ini juga buat persiapan Olimpiade,” katanya.
Sementara itu, Abu Dzar Yulianto menambahkan, dari awal tim pelatih menargetkan bisa all Indonesian final di speed relay putra. Soal pemenang di partai final tidak terlalu penting apakah Indonesia 1 atau Indonesia 2 yang menang.
“Yang penting Indonesia juara. Gak ada strategi khusus (di final tadi), apalagi lawan sesama Indonesia. Bangga dan bersyukur pastinya karena sama-sama lihat bendera Indonesia berkibar di posisi satu dan dua. Mudah-mudahan Olimpiade nanti lebih baik,” tuturnya.

Dari sektor putri, Indonesia 1 yang terdiri dari Puji Lestari, Aries Susanti Rahayu, dan Rajiah Salsabillah mengaku bangga atas raihan ini. Mengalahkan China di final, pemanjat putri Indonesia mengaku lebih tenang dan rileks agar semuanya berjalan lancar.
“Selalu berdoa sama Allah SWT biar dikasih ketenangan, fokus dan rileks saat melakukan pemanjatan. Nothing to lose aja karena ini semua buat Indonesia,” kata Puji Lestari.
Sementara Aries Susanti Rahayu yang sebelumnya meraih medali emas nomor speed putri mengaku lebih tegang saat bermain di tim seperti ini. Namun Aries mampu menguasai rasa gugupnya dan memotivasi rekan-rekannya untuk fokus ke pertandingan. (ije)

















