PALEMBANG, fornews.co-Dari 12 cabang olahraga (cabor) Asian Games yang dipertandingkan di venue Jakabaring Sport City (JSC) Palembang, mungkin hanya cabor Panjat Dinding yang berbeda dari cabor lainnya.
Sejak mulai digelar pada 22 Agustus lalu, semua atlet dari negara kontestan seolah tidak menunjukkan aroma persaingan, meski mereka harus saling menaklukkan demi sekeping medali. Sebaliknya, keakraban yang dimunculkan para atlet dan offisial terasa sangat kental.
Keakraban antar atlet tersebut terlihat ketika sejumlah atlet dari tiap kontestan kalah bertarung, mereka tidak langsung meninggalkan venue. Malah sebaliknya, rombongan atlet yang kalah dari berbagai negara ini, justru menyaksikan tim lawan yang maju ke babak berikutnya hingga ke final. Bahkan, mereka juga tidak membentuk blok-blok sesama rekan senegara, tapi mengobrol dengan atlet dari seluruh kontestan.
Para atlet-atlet panjat dinding Asia ini tidak melihat apakah mereka dari Korea, Iran, Kazhaktan, Indonesia, Malaysia, Singapura atau yang lainnya. Walau mereka kerap berjumpa di sejumlah kejuaraan, tapi tetap saja seolah sedikit “mengesampingkan” persaingan.
“Memang ada persaingan dan itu harus ada. Tapi memang, mungkin apa yang saya rasakan juga dirasakan atlet lain, saat semua berkumpul semua uang berbau persaingan itu hilang dengan sendirinya,” ujar climber Iran, Reza Alipour, di sela-sela menanti pertandingan di nomor Speed Relay, Senin (27/08).
Menariknya lagi, saat di tribun pada venue ini penuh sesak oleh penonton, para atlet panjat dinding ini tak terlalu merasa istimewa. Mereka justru ikut nimbrung bersama penonton lainnya.
“Inilah panjat dinding, kita sama-sama bersaing bahkan sesama kawan, tapi kita tak melupakan rasa bersama. Karena kita memahami bahwa menang tak selamanya menang, begitu juga saat kita kalah. Saya bersyukur semua atlet panjat tebing Asia punya rasa yang sama,” ungkap Aspar, pemanjat andalan Indonesia.
Puncak dari keakraban di venue panjat tebing ini ada pada Senin (27/08) malam ini. Pada final nomor Relay Speed putra dan putri, atlet, offsial, penonton, dan pejabat negara, sama-sama memberikan semangat dan motivasi saat menyaksikan atlet mereka menggapai medali emas. (tul)

















