
JAKARTA-Bertepatan dengan momen Hari Sumpah Pemuda, Telkomsel mengumumkan 20 finalis yang akan bersaing dalam putaran final The NextDev 2016. Keduapuluh finalis kompetisi mobile apps developer muda yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia ini sudah melalui tahapan kualifikasi tingkat regional dan seleksi tingkat nasional yang telah berlangsung sejak awal Oktober lalu.
“Sebagai perusahaan yang peduli terhadap masa depan generasi muda Indonesia, Telkomsel selalu berupaya turut mendukung peningkatan kualitas dan kapasitas generasi muda. Pada momen Hari Sumpah Pemuda ini, kami umumkan 20 kelompok anak muda berprestasi yang berhasil terpilih menjadi finalis kompetisi The NextDev 2016,”kata Vice President Corporate Communications Telkomsel Adita Irawati, Jum’at (28/10).
Adita melanjutkan 20 finalis The NextDev yang berasal dari berbagai daerah di Indonesia menunjukkan bahwa Indonesia kaya akan potensi kreativitas dari mobile apps developer muda yang tersebar di berbagai wilayah di Tanah Air.
Antusiasme sangat tinggi mulai dari periode roadshow yang sebelumnya telah berlangsung di 20 kota hingga proses penjurian menuju 20 besar memperlihatkan bahwa anak muda Indonesia ingin berkontribusi terhadap perubahan yang lebih baik di kotanya melalui karya-karya kreatif yang dilahirkan.
“Wah, lebih dari 1.000 aplikasi mobile telah terdaftar untuk berkompetisi TheNextDev 2016. Dari seluruh aplikasi yang masuk dilakukan kualifikasi tingkat regional menghasilkan 80 kontestan. Lalu, dalam seleksi tingkat nasional, untuk menentukan 20 peserta terbaik dilaksanakan secara transparan dan akuntabel melalui video conference antara dewan juri baik internal maupun eksternal Telkomsel di Jakarta dan para peserta yang berlokasi di 19 titik,” jelasnya.
Dia menambahkan para kontestan tersebut melakukan pitching di hadapan juri yang merupakan praktisi dan pakar berpengalaman di industri digital, di antaranya Enda Nasution (Founder Sebangsa), Andreas Senjaya (Co-Founder & CEO iGrow), dan Octa Ramayana (Academic & Research Partner Kibar). Penjurian dinilai berdasar tiga parameter, yakni usability atau user experience, kesesuaian tema dan impact level, kesiapan produk, hingga terpilihnya 20 besar finalis The NextDev 2016.
Keduapuluh solusi aplikasi The NextDev 2016 tersebut terbagi ke dalam sembilan sub tema yang telah ditentukan, yaitu agrikultur, kemaritiman, usaha kecil dan menengah (UKM), pemerintahan, energi, pariwisata, kesehatan, pendidikan, dan transportasi.
Dari kategori agrikultur, finalisnya Habibi Garden (Bekasi), Vestifarm (Bekasi), Taponesia (Surabaya), dan Eragano (Jakarta). Dari kategori UKM, terpilih The Denim Club (Samarinda), Kostoom (Depok), Tambaku (Malang), NonQ (Makassar), Kredibel (Serang), dan Mattreal (Surabaya). Untuk kategori pemerintahan, terdapat tiga finalis, yakni Juru Parkir (Yogyakarta), Kentongan (Yogyakarta), dan Meetchange (Depok). Dari kategori pendidikan, dua finalis yang terpilih adalah Tutormu (Tangerang Selatan) dan Dengerin (Yogyakarta). Sedangkan, BudidayaKu (Samarinda), Angkuts (Pontianak), Tuntun (Denpasar), AppsKep (Pekanbaru), Tiketbusku (Makassar) menjadi satu-satunya finalis dari masing-masing kategori kemaritiman, energi, pariwisata, kesehatan, dan transportasi.
Nanti, kata dia, keduapuluh finalis ini akan mengikuti serangkaian kegiatan bootcamp yang dipusatkan di Bandung Digital Valley pada awal November 2016. Para finalis akan memperoleh pelatihan dan pendampingan secara intensif dari beberapa pakar untuk mengembangkan technical maupun soft skills, mulai dari teknik melakukan coding, marketing skills, hingga communications skills.
Setelah bootcamp, tahapan seleksi final akan diadakan untuk menentukan tiga tim terbaik yang memperoleh hadiah utama yang disebut dengan 6M, yakni Market Access (akses pasar), Marketing (publisitas), Mentoring (pelatihan dan pendampingan), Management Trip (study visit ke pelaku industri telekomunikasi di luar negeri), Money (uang tunai), dan Monetizing (peluang besar untuk memperoleh pendapatan melalui kolaborasi dengan stakeholder terkait).
“The NextDev merupakan sebuah kompetisi yang bertujuan menggali potensi anak muda Indonesia dalam menciptakan mobile apps yang mampu memberikan dampak sosial yang positif bagi masyarakat,” jelasnya.(fian)
















