BANTUL, fornews.co – Kawasan wisata Pantai Goa Cemara, Patehan, Sanden, Bantul, tidak lepas dari peran serta kelompok tani asal Patehan. Dinamakan Pantai Goa Cemara karena di lokasi wisata ini terdapat banyak pohon cemara.
Bukan tanpa alasan warga menanam pohon cemara. Namun, pohon cemara sengaja ditanam sebagai penghalang angin laut.
“Dulu banyak yang ditanam, tapi karena di bagian selatan terjadi abrasi, pohon cemara menjadi berkurang,” ujar Ketua Divisi Lingkungan Hidup Pokdarwis Mino Raharjo, Sumartono, Minggu (09/08).
Menurut Mbah Martono, begitu dia sering disapa, pohon cemara itu ditanam tahun 2004 silam. Pohon-pohon cemara itu ditanam di atas lahan seluas 1.400 meter oleh kelompok tani di Patehan.
Mbah Martono menegaskan, pohon cemara yang sekarang merimbuni kawasan Pantai Goa Cemara tidak boleh ditebang.
“Pelarangan menebang pohon cemara itu untuk menjaga sekaligus melestarikan pohon cemara yang ada,” tuturnya.
Pantai Goa Cemara yang digagas oleh seorang berlatar belakang pariwisata, Kelompok Tani, dan pemuda yang ingin mengelola parkiran di kawasan itu kini dikelola oleh Pokdarwis Mino Raharjo.
“Bibit pohon cemara di lahan sepanjang 1,4 km itu dari Dinas Kehutanan dan Perkebunan Provinsi DIY,” kata Sugiyo, Penasihat Pokdarwis Mino Raharjo.
Jauh sebelum menjadi tempat wisata, Pantai Goa Cemara merupakan lahan tani yang awalnya adalah pasir dan semak-belukar.
Setelah mendapat masukan dari Sugiyo, lahan yang kelak menjadi kawasan wisata Pantai Goa Cemara, dipelihara dan dirawat oleh warga untuk menjadi tempat rekreasi. (adam)
















