PALEMBANG, fornews.co – Calon Gubernur (Cagub) Sumsel nomor urut 3, Ishak Mekki menyatakan, peran perempuan di Sumsel punya pengaruh yang signifikan dalam pembangunan.
Terlebih, dari jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) untuk Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel yang sudah ditetapkan Komisi Pemilihan Umum (KPU), jumlah pemilih perempuan mencapai 2. 869. 834, dari total DPT 5. 649. 682 pemilih.
“Atas dasar itu, maka kami bertekad untuk memperjuangkan aspirasi perempuan dengan lebih luas lagi. Ishak – Yudha siap perjuangkan aspirasi perempuan Sumsel di segala bidang,” kata Ishak, saat dibincangi wartawan, Sabtu (18/05).
Ishak yang juga berpengalaman menjabat Ketua Gugus Tugas Pencegahan dan Penanganan Tindak Pidana Perdagangan Orang (GT-PPTPPO) Sumsel ini menerangkan, akan melindungi perempuan dari kekerasan yang struktural maupun kultural. Artinya perempuan harus dikembangkan pengetahuan dan potensinya.
Apalagi, Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Sumsel, Yudha Pratomo Mahyuddin, yang merupakan tandem Ishak Mekki, adalah mantan Ketua HIPMI Sumsel dan punya program yang mendukung keberadaan UMKM. Salah satunya memberikan bantuan pelatihan dan pinjaman tanpa bunga serta agunan. “Di sini nanti kita bisa sesuaikan porsinya, bagaimana mendukung pelaku UMKM yang perempuan atau mempunyai fokus usaha di bidang perempuan,” jelasnya.
Mantan Bupati OKI dua periode itu berharap, dari banyaknya perempuan yang terjun ke dunia usaha, tentu akan berdampak pada kemandirian ekonomi perempuan. “Berarti dapat membantu suami juga nantinya. Dengan begitu, saya berharap kekerasan terhadap perempuan atau tingkat perceraian di Sumsel dapat terus ditekan atau diminimalisir,” ujarnya.
Pasangan Calon Gubernur Sumsel yang diusung Partai Demokrat, PPP dan PBB itu melanjutkan, selain faktor ekonomi, perhatian terhadap perempuan juga dapat dilakukan dengan mendukung perempuan dapat mengenyam pendidikan yang tinggi. Jadi, untuk ke depan, Pasangan Ishak – Yudha berkomitmen mengawal ketat pendidikan gratis, dan fasilitas atau sarana prasarana penunjang pendidikan yang juga harus gratis.
“Mengapa pendidikan tinggi ini penting bagi perempuan, karena saya mengingat dan percaya kata Wakil Presiden Indonesia yang pertama, Muhammad Hatta yang mengatakan mendidik perempuan sama seperti mendidik satu generasi,”tukasnya.
Meski begitu, Ishak tetap meminta laki – laki sebagai pemimpin dalam keluarga, untuk memperhatikan aqidah dan akhlaknya. Ditambah juga memahami cara mendidik istri serta anak -anaknya sesuai dengan ajaran agama.
“Seperti yang dikatakan Baginda Nabi Muhammad, bahwa perempuan itu tiang negeri. Manakala baik perempuan, baiklah negeri, manakala rusak perempuan, rusaklah negeri,” tambahnya, seraya menandaskan, semoga para pemilih perempuan di Sumsel dapat menggunakan hak pilihnya untuk Sumsel yang lebih baik. (tul)

















