PALEMBANG, Fornews.co – Gugus Tugas Penanganan Virus Corona atau COVID-19 di Sumsel mencatat kasus positif di Sumsel terus mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Hal ini dikarenakan beberapa faktor hingga membuat kasus positif di Sumsel mencapai 106 orang.
Berikut fakta yang mengakibatkan melonjaknya kasus COVID-19 di Sumsel;
- Hasil Tracking atau Penelusuran Kontak Kasus
Juru Bicara Gugus Tugas Penanganan COVID-19 di Sumsel, dr Zen Ahmad mengatakan melonjaknya kasus COVID-19 di Sumsel ini dikarenakan hasil dari tracking atau penelusuran dari kasus pasien positif sebelumnya serta dari kluster baik di Palembang, Prabumulih, Lubuklinggau dan lain sebagainya.
Dari hasil penelusuran ini, pihaknya kemudian melakukan kembali uji sampel sehingga didapati lagi kasus baru yang hingga saat ini tercatat mencapai 106 orang. “Jadi kebanyakan mereka ini merupakan hasil penelusuran dan memiliki kontak dengan pasien sebelumnya, serta kluster dimana pasien sebelumnya dirawat,” terangnya.
- Penularan Tanpa Disadari oleh Orang Tanpa Gejala (OTG)
Dr Zen Ahmad mengakui ada beberapa kasus baru yang tidak memiliki hubungan atau kontak dengan pasien sebelumnya. Menurutnya, hal ini terjadi dikarenakan penularan tanpa disadari akibat kontak dengan orang positif yang tanpa gejala atau OTG.
“Ya, bisa saja terjadi penularan dari masyarakat karena adanya kontak dari Orang Tanpa Gejala (OTG). Nah, mungkin saja OTG ini ada disekitar kita tapi kita tidak mengetahuinya,” ujarnya.
Karena itu, dirinya berpesan agar masyarakat tetap waspada dan mengimbau untuk menjaga jarak, menggunakan masker jika keluar rumah karena dengan ini masyarakat bisa mencegah virus untuk masuk ke dalam saluran pernapasan.
Selain itu, hindari keramaian seperti ke Pasar jika memang dirasa tidak penting, dan perkuat imun tubuh dengan istirahat yang cukup, makan-makanan yang bergizi serta rajin untuk mencuci tangah setelah menyentuh benda apapun.
“Dengan kesadaran ini dan ditambah dengan doa bersama maka tidak akan ada lagi penambahan kasus di Sumsel,” harapnya.
Untuk diketahui, berdasarkan data sampai dengan Jumat (24/04) total Orang Dalam Pemantauan (ODP) yakni sebanyak 3.283 orang dengan rician 2.104 orang selesai pemantauan, 1.179 orang masih dalam proses pemantauan yang tersebar di seluruh daerah di Sumsel.
Sedangkan untuk Pasien Dalam Pengawasan (PDP), tercatat hingga Jumat (24/04) terjadi penambahan sebanyak enam orang, sehingga total PDP yakni 147 orang dengan rincian 78 orang selesai pengawasan dan 69 orang masih dalam proses pengawasan.
Dari jumlah tersebut, sampel yang diperiksa yakni sebanyak 487 orang dengan rincian 129 orang negatif, 252 masih dalam proses pemeriksaan dan 106 orang positif COVID-19. Untuk kasus sembuh juga bertambah yakni sebanyak satu orang. Sedangkan, kasus meninggal dunia hanya tiga orang. (lim)

















