PALEMBANG, fornews.co – Sumatera disebut punya potensi besar dalam pengembangan ekonomi syariah. Potensi itu berupa dominasi penduduk Muslim, kekuatan sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta aktivitas perdagangan dan industri yang terus berkembang.
Hanya saja, penguatan ekosistem ekonomi syariah di tingkat regional masih memerlukan sinergi yang lebih erat antara pemerintah pusat dan daerah, dunia usaha, akademisi, serta pelaku industri keuangan syariah.
Nah, penguatan ekonomi syariah ini menjadi fokus dalam mendorong pertumbuhan ekonomi nasional yang inklusif dan berkelanjutan. Upaya itu salah satunya diinisiasi Kabar Grup Indonesia (KGI) bekerja sama dengan UIN Raden Fatah Palembang, Asosiasi Media Siber Indonesia (AMSI) Sumsel, Generasi Digital Indonesia (GRADASI) Sumsel, lewat Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026, yang dihelat di Auditorium UIN Raden Fatah Jakabaring, Palembang, Senin (20/4/2026).
Menurut CEO KGI, Upi Asmaradana, Palembang dipilih sebagai tuan rumah Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 karena dinilai strategis dalam beberapa aspek. Selain memiliki pertumbuhan ekonomi yang stabil, Palembang pun memiliki sejarah panjang sebagai pusat perdagangan sejak masa Sriwijaya dan menjadi simpul konektivitas ekonomi di wilayah Sumatera bagian selatan.
“Dari forum ini diharap dapat mendorong penguatan ekosistem ekonomi syariah di wilayah Sumatera, serta meningkatkan sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, dan akademisi,” ujar dia.
Rektor UIN Raden Fatah Prof. Muhammad Adil mengatakan, pemilihan kota Palembang sebagai tuan rumah sangat tepat karena merupakan salah satu kota di Indonesia yang memiliki sejarah peradaban ekonomi yang tinggi. Mulai dari Sriwijaya hingga Palembang Darussalam.
“Kami berharap kegiatan ini dapat menghasilkan rekomendasi yang bisa ditindaklanjuti di forum yang lebih besar,” kata dia.
Narasumber Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 ini Menteri Agama RI Prof. Nazaruddin Umar yang diwakili oleh Dirjen Bimas Islam Prof Abu Rokhmad, Asisten II Pemprov Sumsel Basyaruddin Akhmad, perwakilan dari Bank Syariah Indonesia Palembang, Baznas Sumsel, HIPMI Syariah Sumsel dan pakar dari UIN Raden Fatah Palembang.
Sesi diskusi pertama dengan sub tema Penguatan Ekosistem Keuangan Syariah Regional melalui Sinergi Kebijakan, Regulasi, dan Industri, bertindak selaku pemateri adalah Branch Manager BSI KC Palembang Sudirman Ocky Eka Dhanurwinarto dan Ketua Baznas Sumsel H Darami yang dipandu oleh moderator Sekretaris Prodi S1 Ekonomi Syariah UIN Raden Fatah Dr. Melis.
Sesi kedua mengusung sub tema Ekonomi Syariah sebagai Strategi Pembangunan Daerah dan Penguatan Ekonomi Riil. Hadir sebagai pemateri adalah pakar ekonomi syariah UIN Raden Fatah Dr. Ulil Amri dan Sekretaris HIPMI Syariah Sumsel Febriansyah yang dipandu oleh perwakilan AMSI Sumsel Nila Ertina.
Pada momen tersebut juga, KGI dan UIN Raden Fatah akan merumuskan dokumen rekomendasi strategis yang disebut Piagam Palembang. Dokumen ini akan diserahkan langsung kepada Menteri Agama RI sebagai wujud komitmen bersama para pemangku kepentingan dalam memperkuat pengembangan ekonomi syariah di tingkat regional.
Piagam ini dirumuskan berdasarkan hasil diskusi lintas sektor yang melibatkan pemerintah daerah, regulator, akademisi, praktisi keuangan syariah, pelaku usaha, serta lembaga sosial keagamaan.
Piagam Palembang menegaskan pentingnya ekonomi syariah sebagai salah satu pilar pembangunan ekonomi daerah yang inklusif, berkeadilan, dan berkelanjutan. Dokumen ini memuat rekomendasi strategis yang mendorong sinergi kebijakan antara pemerintah pusat dan daerah, penguatan ekosistem industri halal, optimalisasi keuangan sosial syariah seperti zakat dan wakaf produktif, serta peningkatan literasi dan inklusi ekonomi syariah di masyarakat.
Selain itu, Piagam Palembang juga menekankan perlunya kolaborasi multipihak dalam mempercepat transformasi ekonomi daerah berbasis nilai-nilai syariah. Para peserta forum sepakat bahwa pengembangan ekonomi syariah tidak hanya menjadi agenda sektoral, tetapi harus diintegrasikan dalam perencanaan pembangunan daerah, penguatan UMKM, penciptaan lapangan kerja, serta pemberdayaan ekonomi masyarakat secara berkelanjutan.
Melalui Piagam Palembang, Forum Ekonomi Regional Sumatera 2026 diharapkan menjadi titik awal terbentuknya agenda bersama untuk memperkuat peran Sumatera sebagai salah satu pusat pertumbuhan ekonomi syariah nasional. Dokumen rekomendasi ini selanjutnya akan disampaikan kepada kementerian dan lembaga terkait sebagai masukan kebijakan guna mendorong akselerasi pembangunan ekonomi syariah Indonesia yang lebih inklusif, kompetitif, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Dalam momentum pertemuan ini, Menteri Agama RI juga diberikan penghargaan sebagai Tokoh Penggerak Ekonomi Syariah Indonesia yang diwakili oleh Rektor UIN Alauddin Makassar Prof. Hamdan Juhannis. (kaf)

















