PALEMBANG, fornews.co – Pelatih Sepak Takraw Indonesia, Asry Syam mengatakan, permainan quadrant putri pada laga pamungkas penyisihan grup melawan Laos, mengalami peningkatan dari sisi pola bermain, tetapi masih lemah dari sisi defence blocking.
Di laga ini, Rabu (29/8) kemarin, si kembar Lena-Leni dan kawan-kawan sukses mengalahkan Laos, 2-0, sekaligus memastikan diri melaju ke semi final dengan status juara Grup A.
“Secara bertahap memang ada peningkatan dari pertandingan pertama melawan Korea Selatan, kemudian Myanmar yang belum sepenuhnya terlihat seperti yang kami sepakati secara bersama-sama di tempat latihan seperti taktik saat main di lapangan,” kata Asry Syam kepada fornews.co, Rabu (29/8).
Meski diakui ada peningkatan, Asry tetap saja melihatnya belum terlalu maksimal. Menurutnya, masih ada hal-hal tertentu yang belum terlihat secara spesifikasi dari apa yang mereka latih saat menjalani pemusatan latihan.
“Terutama dari sisi defence blocking sedikit mengalami pergerakan yang melambat karena kurang cepat merespons perjalanan bola dari umpan-umpan lawan. Mungkin hanya itu kekurangan yang saya lihat. Tapi pada dasarnya kami bersyukur dengan penampilan ini karena ada peningkatan dari tahapan-tahapan di quadrant putri,” ungkapnya.
Atas hasil ini, quadrant putri setidaknya telah mengamankan medali perunggu untuk Indonesia. “Mudah-mudahan ini berlanjut ke final dan quadrant putri bisa menyumbangkan medali emas yang memang kita harapkan,” tandasnya.
Quadrant putri sendiri baru akan melakoni laga semi final pada, Jumat (31/8), menunggu hasil penyisihan dari Grup B.(bas)

















