PALEMBANG, fornews.co – Dari lima final yang diikuti tim kano dan kayak Indonesia pagi ini di Jakabaring Rowing & Canoeing Regatta Course, hanya ada satu tambahan medali bagi kontingen Indonesia.
Medali perunggu disumbangkan Riska Andriyani/Nur Meni di nomor kano ganda (C2) 500 meter putri. Duet Indonesia ini finis ketiga dengan catatan waktu 2:07.356. Riska/Nur finis di bawah Ma Yanan/Sun Mengya dari China (2:02.512) dan Dilnoza Rakhmatova/Nilufar Zokirova dari Uzbekistan (2:06.160).
“Waktu kita sama China cukup jauh tapi dengan Uzbekistan hanya beda satu detik. Ini waktu terbaik kita,” ujar Riska didampingi Nur Meni usai pertandingan.
Menurut Riska, saat berpacu menuju garis finis, seluruh peserta mengalami kendala hembusan angin yang cukup kencang. Namun beberapa peserta justru diuntungkan dengan angin tersebut.
“Cukup terkendala dengan angin yang datang dari kiri. Sehingga kita harus imbangi angin juga. Kalau negara lain kan anginnya dapat kiri kanan,” tutur Riska.
Sementara Nur Meni menilai perolehan medali perunggu ini sudah hasil maksimal bagi mereka saat ini. Sebab atlet China yang meraih medali emas levelnya memang di atas peserta lainnya. Selain pernah menggenggam juara dunia, atlet China tersebut jam terbangnya sangat banyak. Bahkan di kejuaraan dunia di Jerman belum lama ini, atlet China ini menempati peringkat dua, sedangkan Riska/Nur berada di peringkat tujuh.
“Kalau bicara target pastinya ingin medali emas. Tapi negara lain memang lebih kuat dari kita. Yang penting kita sudah berusaha dan berjuang,” tukas keduanya. (ije)

















