
BATURAJA-Relawan pendonor darah yang dihimpun Palang Merah Indonesia (PMI) Kabupaten Ogan Komering Ulu (OKU), hingga saat ini masih jauh dari kebutuhan yang harus dipenuhi setiap bulannya yakni kurang lebih 700 kantong darah. Sementara, relawan PMI hanya ada 100 orang.
Menurut Sekretaris PMI Kabupaten OKU, Yunizir Djakfar SSos MSI kepada fornews.co Selasa (04/10) mengungkapkan, untuk menutupi permintaan darah di tiga Rumah Sakit (RSUD dr Ibnu Sutowo, RS DKT dan RS Anthonio), pihaknya terbantu oleh pendonor keluarga juga dari para pendonor seperti; Polres OKU, Kodim 0403 OKU, PTSB, organisasi pemuda serta instansi/institusi lainnya di daerah tersebut.
“Umumnya kita mendapat pasokan darah bertepatan dengan sebuah memontum yang dikemas berupa bhakti sosial, atau kegiatan serupa lainnya dalam sebuat perayaan HUT dari organisasi instansi/institusi dan lembaga lainnya tersebut,” ujarnya, sembari mengatakan PMI OKU memenuhi.
Akademisi Unbara ini menambahkan bahwa berbagai upaya dilakukan untuk mengajak masyarakat OKU menjadi relawan atau pendonor minimal bagi anggota keluarganya. Bahkan pihaknya roadshow ke kampus-kampus dan sekolah-sekolah, guna mengetuk kedermawanan mereka agar menjadi relawan PMI.
“Satu hal yang harus kita tanamkan dalam diri, bawah satu tetes darah yang kita donorkan sangat berarti bagi mereka yang terbujur lemah di rumah sakit atau sedang dalam perawatan atas sakit yang diderita,” ucap pria yang biasa disapa Ujang tersebut.
UTD Mandiri
Lebih jauh Ujang mengungkapkan, dalam waktu dekat PMI OKU, akan segera memiliki gedung dan melakukan pelayanan sendiri untuk donor darah (Unit Tranfusi Darah/UTD mandiri). Dia menjelaskan, selama ini untuk melakukan donor pihaknya masih bernaung di bawah RSUD dr Ibnu Sutowo Baturaja.
“Kita tinggal menunggu Perbup. Untuk persiapan sudah berjalan dan hampir 85%. Hal yang membanggakan, dari 17 kabupaten/kota di Sumsel, PMI OKU urutan ke-3 yg memiliki UTD mandiri. Kita berharap dengan kemandirian ini dapat memberikan yang terbaik akan pelayanan darah khususnya untuk masyarakat Kabupaten OKU tercinta ini,” katanya.
Dia juga berharap, mendapatkan dukungan yang maksimal dari masyarakat serta menjadikan donor darah itu sebagai gaya hidup dan donor darah itu bentuk cinta pada sesama. “Berdonor juga membuat sirkulasi darah berjalan dengan baik dan terbarukan. Ini sangat baik untuk kesehatan,” pungkasnya. (ibr)
















