
PALEMBANG-Ketua Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit (GAPKI) Sumsel Hari Hartanto menyatakan, mereka mempunyai kewajiban bahwa industri sawit harus tetap berkembang dan bisa membawa kesejahteraan bagi masyarakat Sumsel, apalagi saat ini kebun masyarakat jauh meninggalkan kebun perusahaan.
“Dari data yang kami dapat total yang ada 51,2% sudah milik masyarakat, 43% nya adalah milik petani plasma, 57% petani swadaya yang mereka bertani sendiri, jadi cukup besar dalam hal ini. Dengan adanya perkebunan kelapa sawit ini, berarti kita sudah bisa melihat ada pertumbuhan-pertumbuhan daerah ekonomi baru,” ujarnya, usai dilantik sebagai ketua GAPKI periode 2016-2019 di Hotel Novotel, Kamis (08/12).
Heri melanjutkan, untuk penyerapan tenaga kerja sendiri telah mencapai angka 2 juta jiwa, yang menggantungkan sumber keuangannya pada industri perkebunan kelapa sawit. “Ada sekitar 25% penduduk Sumsel yang hidup dari perkebunan kelapa sawit. Terlebih, kita lihat juga dari multiplier efeknya, ada yang menjadi sopir, masyarakat yang membuka warung dan sebagainya,” sambungnya.
Sementara, Plt Sekretaris Daerah Sumsel Joko Imam Santoso menjelaskan, bahwa Pemprov Sumsel membuka pintu selebar-lebarnya kepada kepengurusan GAPKI Sumsel untuk bersinergi dalam pembangunan Sumsel. Karena, pembangunan perkebunan kelapa sawit merupakan salah satu subsektor strategis yang secara ekonomis dan sosial budaya merupakan peran penting dalam pembangunan Sumsel berkelanjutan.
“Perkebunan kelapa sawit juga berperan penyedia lapangan kerja di Sumsel. Tercatat sekitar 1.238.203 kepala keluarga petani bersumber dan hidup dari perkebunan. Di Sumsel sendiri banyak mencapai keberhasilan kebun. Khusus kelapa sawit telah mencapai luas lahan pada tahun 2015 sekitar 985.103 hektare (Ha) dengan produksi Crude Palm Oil (CPO) sekitar 2.622.189 ton, serta sekitar 268 perusahaan yang tergabung,” jelasnya.
Pemprov Sumsel juga, sambungnya, telah menyiapkan Kawasan Ekonomi Khusus Tanjung Api- Api (KEK-TAA) untuk mendukung industri kelapa sawit. “Diharapkan perkebunan kelapa sawit pada masa mendatang dapat berkembang pesat di Sumsel, sehingga dapat meningkatkan nilai tambah dan peningkatan penyerapan tenaga kerja yang berdampak kemajuan Sumsel,” tandasnya. (tul)
















