
BATURAJA-Guna peningkatan pelayanan kesehatan di RSUD dr Ibnu Sutowo Baturaja, Bupati Ogan Komering Ulu (OKU), Drs Kuryana Azis berkomitmen terus mengembangkan bangunan Rumah Sakit (RS) milik daerah ini hingga tahun 2021 (akhir masa jabatannya).
Menurut Kuryana, letak RS yang sekarang tepat di pusat Kota Baturaja, sangat strategis dan dirinya tidak berencana untuk memindahkan ke tempat lain. Agar bisa menampung dan melayani pasien lebih banyak lagi, akan dilakukan pembenahan dan pengembangan pembangunan di lokasi RSUD saat ini.
“Kita memang telah menyediakan lahan seluas 7 hektare (ha) untuk pembangunan dan memindahkan RSUD dr Ibnu Sutowo ini. Tetapi, dengan berbagai pertimbangan serta hal lainnya memang RSUD ini tidak bisa dipindahkan melain hanya kita lakukan pengembangan,” ujarnya kepada wartawan Kamis (08/12).
Lanjut Kuryana, di tahun 2017 mendatang, Pemkab menganggarkan untuk pembangunan RSUD mencapai Rp2 miliar. Diakuinya, angka tersebut masih kecil. Sebab, untuk memaksimalkan pembangunan atau pemenuhan pelayanan yang memadai, diperlukan dana sebesar Rp5,5 milyar.
“Tahun depan, baru Rp2 milyar yang bisa kita alokasikan dari APBD. Itu pun hanya cukup untuk membuat DID dan master plantnya saja. Kami bertekad supaya selama kepemimpinan saya hingga 2021 mendatang, pengembangan RSUD ini terwujud. Ya…tapi jika tahun 2017 ini DID dan master plant sudah ada, bisa saja akan lebih cepat. Karena pusat juga sudah mau membantu,” jelas Ketua DPD Partai NasDem OKU, tersebut.
Sementara itu, Direktur RSUD dr Ibnu Sutowo Baturaja, dr Ryna Diana mengatakan, kalau pihaknya juga memberikan masukan agar RS sebaiknya dikembangkan, bukan membangun yang baru. “Saya sempat bilang dari pada dipindahkan lebih baik dikembangkan. Biarpun lahannya sempit, tapi bisa dimanfaatkan dengan melakukan pengembangan pembangunan secara vertikal (bangun gedung bertingkat),” ucapnya.
Dengan pengembangan vertikal, dapat memaksimalkan lahan yang ada, serta bisa mengatur tata letak ruang. “Memang kalau keinginnan pak Bupati, akan merelokasi RSUD ini. Artinya membangun dari awal, dan dananya cukup besar. Setalah ada pertemuan, kita akan melakukan pengembangan RSUD ini secara vertikal. Mudah-mudahan bisa segara dikaksanakan dan RSUD dapat lebih baik lagi,” pungkas Ryna.
Sebelumnya, RSUD dr Ibnu Sutowo Baturaja, menjalani Survey penilaian Akeditasi Rumah Sakit Versi 2012 yang dilakukan oleh Tim Surveyor dari Komisi Akreditasi Rumah Sakit (KARS), Rabu (07/12). Dimana akreditasi Rumah Sakit merupakan suatu proses dimana lembaga independen KARS melakukan penilaian terhadap rumah sakit berdasarkan standar akreditasi yang berlaku. Rumah sakit yang telah terakreditasi akan mendapatkan pengakuan dari Pemerintah karena telah memenuhi standar pelayanan dan managemen yang ditetapkan.
Adapun manfaat akreditasi pada Rumah Sakit yang bersangkutan nantinya akan bisa meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap pelayanan Rumah Sakit, karena berorientasi pada peningkatan mutu dan keselamatan pasien serta menciptakan lingkungan internal Rumah Sakit yang lebih kondusif untuk penyembuhan, pengobatan dan perawatan pasien. Selain itu dengan dicapainya akreditasi maka akan memberikan jaminan kepuasan serta perlindungan kepada masyarakat atas pemberian pelayanan kesehatan.(ibr)
















