
PALEMBANG, fornews.co-Ketua Umum PPP Romahurmuziy menegaskan, untuk mencapai target tiga besar pemenang pemilu di Indonesia, partainya akan melakukan pembaharuan dan pemunculan baru citra PPP.
“Untuk citra PPP yang tua dan ortodok, yang manut tidak mengikuti perkembangan zaman, akan kita ubah menjadi yang muda, santun, cerdas yang responsif dengan tagline bergerak bersama rakyat. Kita ingin mendekatkan PPP pada jantung konstituen parpol, bukan hanya penguatan isu keagamaan,” tegasnya, saat menghadiri Harla PPP ke-44 dan pelantikan DPW dan DPC PPP se-Sumsel, di Auditorium RRI Palembang, Minggu (08/01).
Romahurmuziy menuturkan, pada sektor ekonomi kader PPP juga harus fokus pada persoalan ketimpangan di daerah masing-masing, advokasi dan pembelaan kepada rakyat terzolimi atas nama apapun, persoalan tanah yang berhubungan dengan perkebunan besar, swasta nasional maupun dengan kepentingan lain, barangkali atas nama umum PPP harus tampil kedepan.
“Bagi kader yang dilantik ini, secara bersungguh-sungguh, dan sama-sama bekerja mencapai target sebagai tiga besar parpol se-Indonesia, pada Pemilu 2019. Jika suatu parpol dibangun dengan sunguh-sungguh, maka akan mampu bertahan di segala cuaca perpolitikan. Kita perlu kerja keras dan kerja cerdas,” tuturnya.
Romahurmuziy menjelaskan, selain pembenahan konsolidasi dari tingkat wilayah, cabang dan anak cabang dan ranting. Pada tahun 2018 nanti adalah tahun kaderisasi dan tahun 2019 tahun kompetisi. Apalagi, semua cabang sudah selesai musyawarah cabang dan di Sumsel 72% di semua pimpinan anak cabang telah melakukan konsolidasi. “April 2017 ditargetkan seluruh struktur partai seluruh Indonesia selesai semua. Mulai Mei 2017, kita masuk tahapan kaderisasi, dari apa yang kita jalankan. Kita 100% siap verifiksi faktual, karena verifikasi sudah pernah kita lalui lima tahun yang lalu, bagi PPP bukan barang baru dan tidak menjadi persoalan yang berarti,” jelasnya.
Sementara, Ketua DWP PPP Sumsel Agus Sutikno menyatakan, Harla PPP ke-44 ini merupakan rangkaian yang sangat penting. Karenanya, para kader telah sepakat di 2019 PPP harus memasuki salah satu dari tiga besar Partai Politik yang berkuasa di Indonesia. Agus mengatakan, para kader yang juga akan dilantik ini telah disetujui oleh para petinggi PPP, sesuai pada musyawarah dan kesepakatan bersama. “Musyawarah tingkat cabang sudah dilakukan 100%, dan kami mempunyai 2 perempuan ketua dan 1 sekretaris, namun musyawarah anak cabang baru terlaksana 78%,” katanya.
Walaupun belum tercapai kesepakatan secara menyeluruh di tingkat DPC, Agus yakin, PPP terus mencari solusi terbaik pada setiap halangan yang dihadapi. “Meski ada kerikil-kerikil tajam yang kita dapatkan, kita juga sudah perbincangkan hal tersebut, dan semoga kerikil melebur seperti pasir,” ucapnya.
Agus menjamin, keislaman di Indonesia tidak akan luntur selama bendera PPP masih berkibar di tanah air. “Selama PPP masih ada, keislaman tidak akan luntur. Mari kita bersama-sama membangun partai ini dengan baik, dan kami telah membentuk slogan tuntas konsolidasi, siap verifikasi, mantap berkompetisi,” tukasnya.
Ketua Panitia Harla PPP Azhari As menambahkan, rangkaian peringatan Harlah PPP telah digelar mulai 5 Januari. Mulai dari menggelar syukuran dengan pembacaan Surah Yasin, dan bakti sosial menyantuni anak yatim piatu. Puncak peringatan Harlah PPP ditandai pelantikan Pengurus DPW PPP Sumsel dan pengurus 17 DPC PPP kabupaten/kota se-Sumsel. (tul)















