PALEMBANG, fornews.co – Wacana adanya investor yang akan masuk ke Sriwijaya FC menuai polemik. Calon investor baru diperingatkan menahan diri hingga dilantiknya Gubernur Sumsel terpilih H Herman Deru, 27 September 2018.
“Saran saya untuk calon investor baru untuk menahan diri, jangan dulu berhubungan dengan Muddai Madang (PT SOM) sebelum pelantikan Gubernur baru,” kata mantan Direktur Teknik PT SOM Hendri Zainuddin saat memberikan keterangan pers di Numa Café, Sabtu (15/09) malam.
Hendri berargumen, Sriwijaya FC itu sepenuhnya milik Pemprov Sumsel. Hal ini berdasarkan saat take over (pembelian) Persijatim Solo FC untuk dijadikan Sriwijaya FC pada 2004 silam sebesar Rp6 miliar, semuanya menggunakan uang Pemprov Sumsel.
Lebih jauh pria yang pernah menjabat Manajer Sriwijaya FC ini menjelaskan, apabila Pemprov Sumsel ingin melepas kepemilikan, tentu harus sesuai mekanisme. Mekanisme dimaksud adalah lewat DPRD Sumsel dan Menteri Keuangan RI.
“Jadi tidak bisa Muddai bilang kalau Sriwijaya FC itu milik PT SOM yang dibentuk Gubernur sebelumnya pak Syahrial Oesman. Ketika pak Syahrial menyerahkan Sriwijaya FC kepada pengurus yang sekarang, hanya diminta menyelesaikan hutang Rp9 miliar. Kalau mau diakui saham, harus melalui DPRD Sumsel dulu,” beber Hendri.
Tidak tanggung-tanggung, anggota DPD RI ini bahkan siap memberikan rekomendasi lengkap kepada Gubernur Sumsel terpilih untuk memperbaiki manajemen Sriwijaya FC.
“Segera berhentikan pengurus melalui RUPS luar biasa dan bentuk pengurus baru. Kemudian sembari berjalan dilakukan audit secara transparan. Terakhir, manajemen baru memanggil dan mengundang semua komponen untuk menjadikan Sriwijaya FC lebih baik,” tegas Hendri.
Pria berkacamata ini mengakui kecintaannya kepada Sriwijaya FC. Menurutnya tim Laskar Wong Kito tidak pernah mendapat gelar juara bergengsi sejak 2012 silam. Gubernur terpilih H Herman Deru, dikatakan Hendri dalam janji politiknya akan mengembalikan marwah juara Sriwijaya FC melalui Syahrian Oesman dan dirinya. (ije)
















