PALEMBANG, fornews.co – Calon Gubernur (Cagub) Sumsel nomor urut 3, Ishak Mekki mengapresiasi adanya tambahan teknis Debat Publik Pemilihan Gubernur (Pilgub) Sumsel putaran kedua, yang digelar Kamis, 21 Juni mendatang.
Untuk Debat kali ini, KPU Sumsel melibatkan masyarakat dengan memperbolehkan mengajukan pertanyaan untuk kandidat, yang sebelumnya dikirim dulu ke kpudsumsel@gmail.com atau Whatsapp (WA) ke 08568227959/081247021674, paling lambat 18 Juni ini.
“Dengan adanya tambahan tersebut, kami meminta kepada masyarakat Sumsel untuk membuat pertanyaan yang tajam. Saya mendorong masyarakat Sumsel untuk ajukan pertanyaan paling kritis yang ditujukan ke para pasangan calon atau paslon,” ujarnya, Sabtu (16/06).
Mantan Bupati Ogan Komering Ilir (OKI) dua periode ini menjelaskan, bahwa masyarakat Sumsel dapat membuat pertanyaan dari permasalahan yang dihadapi dalam kehidupan sehari – hari. Mulai dari masalah infrastruktur, ekonomi, pendidikan hingga kesehatan.
“Misalkan, pertanyaannya mengapa perbaikan infrastruktur yang saya targetkan lamanya hanya satu tahun. Sementara calon lain ada yang dua tahun, mana yang realistis dengan membandingkan pengalamannya,” katanya mencontohkan.
Tidak hanya maslah program, Ishak menerangkan, pertanyaan yang dapat diajukan masyarakat Sumsel juga bisa dalam bentuk komitmen dari masing – masing calon, untuk memenuhi masa jabatan selama lima tahun jika terpilih nanti. Karena, komitmen ini merupakan bentuk jaminan dari masing – masing paslon untuk memenuhi janjinya.
“Jadi, di sini masyarakat Sumsel dapat mengukur siapapun yang terpilih nanti mempunyai tanggungjawab moral untuk menyelesaikan amanah yang diberikan. Bukan sebaliknya,” terang cagub yang diusung Partai Demokrat, PPP dan PBB itu.
Meski mendorong masyarakat Sumsel untuk mengajukan pertanyaan kritis, Ishak yang berpasangan dengan Calon Wakil Gubernur (Cawagub) Yudha Pratomo Mahyuddin itu tetap meminta, agar pertanyaan dibuat sesuai etika dan aturan hukum yang ada. Tidak mendiskreditkan pihak – pihak tertentu.
“Jika memang ada fakta dan data yang kurang bagus dari paslon, terkait rekam jejak kinerja atau programnya, sedapat mungkin masyarakat Sumsel mempertanyakannya dengan elok dan elegan. Saya juga berharap penyaringan pernyataan dapat dilakukan maksimal oleh pihak KPU Sumsel,” tandasnya.(tul)

















