YOGYAKARTA, fornews.co–Jaringan Anti Korusi (JAK) Yogyakarta meminta kepada Presiden Joko Widodo untuk mencoret daftar calon pimpinan (capim) KPK bermasalah.
Koordinator aksi unjuk rasa Tri Wahyu mengatakan, pihaknya berkomitmen mendukung KPK dengan menyerukan kepada Presiden Republik Indonesia Joko Widodo mengevaluasi pansel KPK dengan mencoret capim-capim KPK bermasalah.
“Kami percaya bahwa ini tidak hanya sekadar produk pansel,” kata Tri Wahyu, Jum’at.
Imbuh Wahyu, ini adalah produk dari Presiden RI Joko Widodo yang dinawacitanya berbunyi memperkuat KPK.
“Buktikanlah dengan mencoret capim-capim KPK bermasalah,” tegasnya.
Menurut JAK, hasil penelurusan rekam jejak yang disampaikan oleh KPK menunjukan masih ada beberapa catatan dari 20 calon pimpinan KPK yang lolos.
Catatan tersebut diantaranya calon yang tidak taat dalam pelaporan LHKPN, diduga penuh terlibat pelanggaran etik, pernah menghalangi kerja KPK, dan bahkan ada yang diduga pernah menerima gratifikasi.
“Bagaimanapun, hasil kerja pansel dalam menentukan calon pimpinan KPK akan menjadi cermin seberapa serius perhatian dalam memberantas korupsi.”
Aksi unjuk rasa penyikapan terhadap seleksi capim KPK, Jum’at (30/8/2019) sore, di kawasan Titik Nol Kilometer Yogyakarta dilakukan oleh berbagai elemen dan lembaga pusat studi anti korupsi di Yogyakarta.
Pada hari yang sama, di Gedung PP Muhammadiyah Yogyakarta, sejumlah tokoh, yakni Busyro Muqoddas mantan pimpinan KPK, Krisno Raharja Majelis Hukum PP Muhammadiyah, Dosen FEB UGM, Rektor UII dan Rimawan Pradityo, Direktur Pusham UII, Fathul Wahid, Hasrul Halili, Eko Riyadi, Ketua Pukat UGM dan sejumlah tokoh lainnya mendesak Jokowi untuk turun tangan terhadap proses seleksi Capim KPK. (adam)
FORNEWS OFFICIAL
instagram:
@fornewsofficial
facebook:
fornews.co
FORNEWS BIRO JOGJA
instagram:
@fornewsjogja
facebook:
fornewsjogja
youtube:
Fornews Jogja

















