BIREUEN, fornews.co – Pemulihan Gampong Pante Lhong, Kecamatan Peusangan, Kabupaten Bireuen, Aceh, pascabencana tidak hanya diarahkan pada perbaikan sarana fisik.
Pimpinan Wilayah Muhammadiyah (PWM) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mendorong warga menghidupkan kembali ekonomi lokal melalui revitalisasi Jeruk Bali varietas Giri Matang.
Program tersebut menjadi bagian dari rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana yang dijalankan Lembaga Resiliensi Bencana (LRB) atau Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) PWM DIY selama sekitar tiga bulan.
Ketua PWM DIY, Dr. Muh Ikhwan Ahada, SAg MA, mengatakan program di Pante Lhong dirancang untuk membantu masyarakat memulihkan kehidupan setelah bencana, termasuk memperkuat kesiapsiagaan menghadapi bencana berikutnya.
“Relawan MDMC PWM Daerah Istimewa Yogyakarta sudah melaksanakan program pemulihan pascabencana di Pante Lhong kurang lebih tiga bulan. Memang program yang dijalankan belum sempurna, namun harapan kami program ini dapat membantu masyarakat untuk bangkit kembali,” kata Muh Ikhwan saat Tasyakuran dan Serah Terima Sarana Fisik Program Rehabilitasi dan Rekonstruksi Gampong Pante Lhong, Sabtu (19/9/2026).
Menurut dia, pemulihan pascabencana perlu ditempatkan sebagai proses yang lebih panjang dari sekadar memperbaiki kerusakan. Karena itu, Muhammadiyah menggabungkan dukungan sarana fisik, penguatan Desa Tangguh Bencana dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.
Di Pidie Jaya, PWM DIY melalui LRB/MDMC merehabilitasi Gedung Dakwah Muhammadiyah Pidie Jaya atau Meunasah Malem Dagang di Meureudu.
Sedangkan di Bireuen, program dipusatkan di Gampong Pante Lhong dengan salah satu fokus pada pengembangan kembali komoditas Jeruk Bali varietas Giri Matang yang menjadi bagian dari potensi ekonomi masyarakat setempat.
Bupati Bireuen Ir H Mukhlis ST melalui Kepala Dinas Syariat Islam Bireuen Munawar SKM MKes mengatakan pemulihan tersebut menunjukkan bahwa penanganan pascabencana membutuhkan kerja lintas pihak.
“Dedikasi, kepedulian dan aksi nyata saudara-saudara dalam mendampingi warga Gampong Pante Lhong hingga tahap pemulihan ini adalah bukti konkret persaudaraan dan solidaritas kebangsaan yang luar biasa,” katanya.
Ia mengatakan pembangunan sarana fisik, pendampingan Desa Tangguh Bencana dan revitalisasi komoditas pertanian lokal merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah, lembaga kemasyarakatan dan warga.
“Pemulihan pascabencana bukanlah tugas yang bisa diselesaikan oleh satu pihak saja. Hasil yang kita lihat hari ini, mulai dari pembangunan sarana fisik, pendampingan Desa Tangguh Bencana, hingga revitalisasi komoditas ekonomi lokal seperti Jeruk Bali, merupakan buah dari sinergi dan kerjasama yang solid,” ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Bireuen juga meminta masyarakat tidak berhenti pada status sebagai Gampong Tangguh Bencana. Pengetahuan dan sistem yang telah dibangun harus dipraktikkan secara berkala.
“Pengetahuan, sistem, dan sarana yang ada harus dilatih dan diterapkan agar masyarakat kita siap merespon secara mandiri jika ancaman bencana sewaktu-waktu kembali,” katanya.
Pada sektor ekonomi, pemerintah daerah meminta warga mengelola program revitalisasi Jeruk Bali secara serius agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh keluarga di Pante Lhong.
“Program revitalisasi komoditas Jeruk Bali harus dijadikan momentum untuk membangkitkan kembali perekonomian Gampong Pante Lhong. Kelola dengan serius agar berdampak langsung pada kesejahteraan keluarga di gampong ini,” ujarnya.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, Ketua PWM DIY menyerahkan peralatan penyelamatan bencana kepada Keuchik Gampong Pante Lhong dan relawan Desa Tangguh Bencana.
Muh Ikhwan mengatakan kehadiran Muhammadiyah dalam penanganan bencana merupakan bagian dari kerja kemanusiaan yang dilakukan di sejumlah daerah.
“Muhammadiyah selalu hadir di daerah dilanda bencana, seperti Aceh, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan terakhir ke Flores Nusa Tenggara Timur,” katanya.
“Prinsip Muhammadiyah itu, memberi tak mengharap kembali, seperti sang surya menyinari bumi,” lanjutnya.
PWM DIY berharap kerja sama dengan masyarakat Bireuen tidak berhenti setelah program rehabilitasi dan rekonstruksi diserahterimakan.
Pemerintah Kabupaten Bireuen juga menyatakan akan mendukung keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat yang telah dimulai.
Sebelum menghadiri kegiatan di Pante Lhong, rombongan PWM DIY melakukan pertemuan dengan PDM Bireuen di Masjid Taqwa Muhammadiyah Bireuen, Gampong Geulanggang Baro, Kecamatan Kota Juang.
Pertemuan dihadiri Ketua PDM Bireuen dr Athaillah A Latief SpOG, Sekretaris PDM Mulyadi, sejumlah wakil ketua, serta Ketua Pimpinan Daerah Aisyiyah (PDA) Bireuen Nursaadah.
Ketua PWM DIY dalam kunjungan tersebut didampingi Sekretaris PWM DIY Arif Jamali Muis SPd MPd, Ketua PDM Bireuen dan tiga Ketua PDM dari wilayah DIY.

















