PALEMBANG, fornews.co – Menjaga pola makan saat mengalami suatu penyakit memang cukup penting agar terhindar dari suatu bahaya. Salah satu penyakit yang harus betul-betul menjaga pola makan adalah penyakit stroke.
Setiap orang yang baru saja mengalami stroke harus benar-benar memerhatikan kondisi kesehatannya. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan untuk penderita stroke yang tepat. Lantas, apa saja makanan stroke yang tidak boleh dikonsumsi?
Memang, pantangan makanan stroke ringan tergantung dari kondisi masing-masing orang. Akan tetapi, alangkah baiknya Anda menghindari beberapa jenis makanan berikut ini:
1. Daging merah
Salah satu pantangan makanan stroke ringan adalah daging merah. Sebuah hasil studi mengungkapkan bahwa konsumsi daging merah dapat meningkatkan risiko stroke kambuh. Sebagai solusinya, Anda bisa mendapatkan asupan protein melalui ikan atau daging putih tanpa lemak agar terhindar dari risiko kekambuhan stroke.
2. Makanan olahan
Pantangan makanan stroke ringan berikutnya adalah makanan olahan.Makanan olahan, seperti makanan ringan kemasan, makanan beku, makanan kaleng, makanan cepat saji, saus kemasan, dan produk lainnya tidak dianjurkan bagi penderita stroke.Sebab, sebagian besar makanan olahan mengandung tinggi nitrat dan garam yang dapat menyebabkan penumpukan plak di arteri sehingga meningkatkan risiko stroke kambuh.
3. Makanan tinggi garam
Makanan tinggi garam juga menjadi pantangan makanan stroke ringan lainnya.Makanan tinggi garam mengandung natrium yang tentunya dapat meningkatkan lonjakan tekanan darah.Jika tidak dikendalikan, Anda rentan mengalami tekanan darah tinggi atau hipertensi sehingga meningkatkan risiko stroke kambuh kembali.Oleh sebab itu, penting bagi Anda untuk membatasi asupan garam dalam setiap masakan.Sebaiknya, Anda tidak mengonsumsi garam lebih dari 1.500 miligram setiap harinya atau setara dengan 1 sendok teh garam.Anda juga dapat berkonsultasi dengan dokter guna mengetahui takaran konsumsi garam yang tepat sesuai dengan kondisi Anda.
4. Makanan yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh
Pantangan makanan stroke ringan selanjutnya adalah makanan yang mengandung lemak trans dan lemak jenuh. Kedua jenis lemak ini merupakan lemak jahat.Lemak jenuh, misalnya, dapat meningkatkan kadar kolesterol jahat (LDL) di dalam darah. Terlalu banyak kadar LDL dalam darah dapat meningkatkan risiko kekambuhan stroke dan penyakit jantung.Beberapa contoh makanan yang mengandung lemak jenuh, antara lain biskuit, makanan manis (kue, pastry), makanan cepat saji, keripik kentang, makanan ringan kemasan, butter, keju, daging merah, hingga minyak kelapa.Di samping lemak jenuh, golongan makanan yang mengandung lemak jahat adalah lemak trans.Lemak trans adalah lemak yang diolah dengan menambahkan hidrogen pada minyak sayur untuk membuatnya lebih padat.Lemak trans dapat meningkatkan kadar LDL tinggi sehingga meningkatkan risiko stroke dan penyakit kardiovaskular.Lemak trans bisa ditemukan pada makanan olahan, sebagian besar makanan yang digoreng, dan margarin.
5. Makanan dan minuman tinggi gula
Konsumsi makanan dan minuman tinggi gula menjadi pantangan makanan stroke ringan yang perlu dipatuhi.Anda bisa menemukan makanan dan minuman tinggi gula pada makanan penutup manis, jus buah manis, minuman berenergi, selai, agar-agar manis, madu, gula pasir, gula merah, dan minuman manis lainnya.Makanan dan minuman tinggi gula dapat merusak pembuluh darah serta menyebabkan tekanan darah tinggi, obesitas, diabetes tipe 2, dan dislipidemia, yang merupakan faktor risiko meningkatnya stroke kambuh.
6. Minuman beralkohol
Selain pantangan makanan stroke ringan di atas, minuman beralkohol juga dapat meningkatkan risiko stroke kambuh.Umumnya, pria dan wanita yang sehat tidak boleh minum minuman beralkohol lebih dari dua gelas per hari.Untuk orang yang pernah mengalami stroke, sebaiknya konsultasikan ke dokter kapan Anda boleh mengonsumsi alkohol setelah terkena stroke.
Agar nafsu makan untuk orang yang baru saja terkena stroke lebih meningkat, beberapa hal ini dapat dilakukan. Karena, setelah terkena stroke, nafsu makan seseorang biasanya akan menurun drastis.
Kesulitan mengunyah dan menelan, sensitif terhadap rasa nyeri, hingga kesulitan menggerakkan bagian tubuh dapat mengurangi nafsu makan dan suasana hati Anda. Jika Anda terus mengikuti selera makan yang tak kunjung datang, asupan nutrisi tubuh akan semakin berkurang sehingga Anda akan merasa lemas dan tidak bertenaga.
Untuk mengatasinya, Anda dapat melakukan beberapa cara meningkatkan nafsu makan dengan cara ini. Misal konsumsi makanan yang bertekstur lembut. Misalnya, kentang yang ditumbuk (mashed potatoes), sup sayuran, pisang, oatmeal, saus apel (apel yang dihaluskan), atau jus buah segar tanpa gula.
Makan makanan sehat dengan aroma yang sedap, seperti menggunakan bumbu dapur atau rempah yang kuat sebagai pengganti garam.
Sajikan makanan yang memiliki warna menarik. Misalnya, salmon, wortel, dan sayuran hijau sehingga dapat meningkatkan nafsu makan.
Konsumsi makanan tinggi kalori sebagai camilan sehat.
Memotong makanan dalam ukuran kecil agar mudah dikunyah.
Mengatur pola makan yang tepat dengan mematuhi anjuran dan pantangan makanan untuk penderita stroke dapat mencegah kekambuhan gejala penyakit ini di kemudian hari.Selain memerhatikan makanan untuk penderita stroke, Anda juga perlu melakukan pola hidup sehat lainnya, seperti olahraga dengan intensitas ringan seperti jalan kaki, guna menjaga kondisi tubuh tetap sehat dan bugar setelah stroke. (rif/shtq)

















