PALEMBANG, fornews.co – Menamakan gerakan Sayang Nusantara (Sambung-menyambung Nusantara) pria bernama lengkap Jhon Maynard (60) asal Depok, Jawa Barat, menjelajahi negeri ini Sabang, Aceh, hingga Maraoke, Papua, menggunakan sepeda.
“Ya saya sangat cinta I donesia, dan hanya untuk Indonesia saya melakukannya, tidak diluar negeri,” kata Jhon, saat menyambangi Polresta Palembang, Jumat (07/12).
Menggunakan Sepeda khusus touring berjenis Hall Terrain, pria yang juga mantan atlet sprinter sepeda (1996-1998) ini memulai perjalanan panjangnya pada September 2017, dari dari Depok dan pulau Sumatera, menjadi tujuan awal.
Naik turun gunung telah ia lalui, meski usia tak muda lagi namun masih tetap prima mengoes sepedanya demi mencapai tujuan mulianya untuk mengundang para petualang luar negeri agar datang ke Indonesia melalui foto-foto yang menarik.
“Awal perjalanan saya hanya membawa uang Rp100.000 dengan dilengkapi surat jalan dari pihak kepolisian. Saya sampai di titik nol Aceh, itu pada Bulan Februari 2018,” ungkap Jhon.
Dengan sepedanya, pria tiga anak ini sedikitnya telah melintasi sebanyak 139 kabupaten/kota selama 10 bulan termasuk di Kota Palembang, dan sejauh kira-kira 9.000 Km.
“Setiap kabupaten/kota yang saya lewati, saya selalu mampir di Polres atau Polsek setempat meminta surat jalan, sekaligus bukti telah berkunjung di wilayah tersebut,” jelasnya.
Menurutnya, dalam kunjungannya ke kantor institusi keamanan negara, Jhon memberi saran agar keamanan lebih ditingkatkan lagi, untuk menarik minat wisatawan baik luar negeri maupun dalam negeri.
“Ya, saya mampir ke berbagai Polsek atau institusi keamanan di jalan yang saya temui, salah satu tujuan saya juga ingin menyampaikan bahwa Indonesia aman,” tuturnya.
Selain itu, Jhon berkata, di tengah perjalanan dirinya juga banyak mendapat tempat singgah, seperti dijamu dari komunikasi sepeda serta motor dan banyak instansi lainnya yang memberikan fasilitas meski ditolak dan lebih memilih tinggal di jalan menggunkan hamock (ayunan) di batang pohon.
“Dikerjakan banyak komunitas yang menawarkan untuk istirahat di hotel, tapi saya lebih memilih mendinginkan badan dengan alam, karena dikerjakan suhu tubuh panas, jadi lebih memilih tidur di hamock dan kantor polisi,” jelas dia.
Selama 10 Bulan dirinya sudah melintasi, pulau Sumatera, Sulawesi, Jawa dan Bali. Untuk rute selanjutnya, setelah Kota Palembang, ialah Bangka Belitung, Kalimantan dan Papua.
Ia menambahkan, selama dikerjakan tidak ada kendala hanya saja, terkendala dari perlengkapan sepedanya. “Selama 10 bulan ini Sepeda saya sudah 6 kali ganti ban luar dan 5 kali ganti velg dan baru 2 kali ganti ban dalam. Sepeda ini memang didesain khusus untuk touring yang diproduksi tahun 1993,” ujarnya.
Dalam kesempatan ini, ia juga berbagi kiat, bagi masyarakat yang ingin berjalan jauh, touring atau berpetualang tidak perlu mematok target waktu.
“Bertualang itu saran saya jangan menentukan jarak sekian hari. Nikmati perjalanan setiap hari. Kalau nikmat 30 Kilometer, besok 30 Km dan jangan pakai target,” jelasnya.
Sementara untuk kesiapan fisik sendiri, kata Jhon, harus memperhatikan atau memanejeman tenaga agar tidak lelah dan terbuang sia-sia. Jadi harus oahami betul teknik goes sepeda.
Selama di perjalanan pengalaman yang sulit dilupakan itu ialah, diwilayah Sulawesi lantaran trak yang tinggi dan menanjak sepanjang 10 Km.
“Itu saya lupa daerahnya yang jelas di Pulau Sulawesi. Itu tanjakan panjang dan malam hari, saya baru lima kali goes turun ambil nafas. Jadi teknik memang harus diperhatikan betul,” kiatnya (irs)
















