YOGYAKARTA, fornews.co–Meski tidak seramai pada pembukaan, pameran Seni Kriya 2019 bertema “Jogja Creating Products for Global” di Grha Pradipta Jogja Expo Centre (JEC) Yogyakarta, Kamis (21/2/2019) siang, masih diminati pengunjung dari sekitar Kota Yogyakarta.
Meski didominasi kerajinan produk batik, pameran produk kerajinan atas keja sama Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) dan Kamar Dagang dan Industri Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) yang berlangsung hingga tanggal 24 Februari 2019, juga memamerkan sejumlah produk mebel.


Konsep pameran dengan bangunan ikonik di Kota Yogyakarta menjadi salah satu daya tarik dalam gelaran ini. Hampir semua replika bangunan ikon Jogja pindah ke JEC, misalnya Pasar Beringharjo, Kantor Pos, Bank Indonesia, Gedung Agung, Monumen SO 1 Maret, Benteng Vredeburg, Ngejaman, dan Jembatan Sayidan.
“Ini menjadi daya tarik sekaligus hiburan bagi para pengunjung,” kata Kasi Pengembangan Ekspor Disperindag DIY, Guntur Wahyu Anggoro.
Paling tidak, imbuhnya, pengunjung dapat merasakan gregetnya acara ini. “Bisa berfoto atau selfie.”

Fitri (44 tahun) bertempat tinggal di Batikan Yogyakarta, bersama rombongan grup memasaknya, datang ke JEC karena mengikuti acara demo masak yang disenggarakan oleh pihak penyelenggara Jogja Heboh 2019.
“Kemarin banyak juga diikuti yang muda-muda,” ujar Fitri yang pernah tinggal di Patangpuluhan.
Ia terlihat antusias mengikuti acara demo memasak, terbukti datang ke JEC sebelum acara dimulai.
Saat pembukaan pameran, Rabu (20/2/2019) lalu, melalui sambutan tertulis yang dibacakan Asisten Pembangunan dan Perekonomian Sekda DIY, Tri Saktiyana, Gubernur DIY Sri Sultan HB X sangat mengapresiasi pameran ini dan berharap tidak hanya mendongkrak perekonomian, namun juga dapat terus mengangkat pariwisata Yogyakarta. (Adam)

















