PALEMBANG, fornews.co – Belum diketahui secara pasti penyebab menurunnya animo penonton Sriwijaya FC secara langsung di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Namun faktanya, baru menggelar tiga laga kandang di Liga 1 2018, jumlah penonton menurun signifikan.
Berdasarkan laporan panitia pertandingan di setiap laga, jumlah penonton aksi Hamka Hamzah dkk di stadion terus menurun. Di laga kandang perdana menghadapi Persib Bandung, 1 April 2018, penonton yang membeli tiket sebanyak 20.712 orang. Sementara di laga kandang selanjutnya menghadapi Persipura Jayapura, 14 April 2018, penonton mulai terkikis. Adapun jumlah tiket terjual mencapai 20.251 lembar. Jumlah lebih sedikit dilaporkan panitia pertandingan saat SFC menjamu PSM Makassar, 28 April 2018, yaitu 12.151 lembar tiket.
Dari empat tribun yang ada di Stadion GSJ, hanya tribun utara dan selatan yang terlihat selalu penuh. Wajar saja, sebab tribun itu merupakan tempat berkumpulnya kelompok suporter SFC. Tribun utara masih konsisten diramaikan Singa Mania. Sedangkan tribun selatan masih dipadati Sriwijaya Mania. Sementara tribun timur yang ditempati kelompok Ultras Palembang bercampur dengan penonton umum tampak hanya terisi kurang dari separuh pada laga kontra PSM Makassar. Begitu pula dengan tribun barat yang ditempati penonton umum tak lagi penuh terisi seperti sebelumnya.
Banyak penyebab menurunnya penonton langsung ke stadion. Bisa jadi ini dikarenakan performa SFC yang belum memuaskan. Hingga pekan keenam Liga 1 bergulir, SFC masih tertahan di urutan 12 dengan raihan 7 poin hasil 1 kemenangan, 4 seri dan 1 kekalahan. SFC tertinggal 4 poin dari pemuncak klasemen sementara Persipura Jayapura.
“Bisa jadi (penonton di stadion menurun) karena memang SFC yang belum bisa bersaing di papan atas. Atau juga karena berbarengan dengan event lain yang lebih menarik,” kata Chika, salah seorang penggemar SFC.
Kemungkinan lain dari menurunnya jumlah penonton di stadion dikarenakan faktor keamanan dan kenyamanan penonton selama berada di stadion yang tidak terjamin. Entah telah berapa kali informasi adanya penonton yang kehilangan kendaraannya di area stadion saat pertandingan berlangsung. Meski ada yang sampai melaporkan hal itu ke polisi, namun lebih banyak para korban bungkam dan merelakan kendaraannya hilang karena tahu tidak akan ada pihak yang mau bertanggungjawab atas kehilangan tersebut. Padahal untuk masuk ke area stadion, para penonton yang membawa kendaraan sudah dikenakan retribusi di pintu masuk Jakabaring Sport City.
“Di laga SFC kontra PSM kemarin, ada tiga motor suporter (Ultras Palembang) yang hilang di parkiran dalam stadion depan tribun timur,” ujar Agung, salah satu pengurus Ultras Palembang.
Tidak hanya itu, laporan mengenai kehilangan motor juga disampaikan pengurus suporter lainnya. Bahkan suporter yang kehilangan motor itu berasal dari Kabupaten PALI yang demi kecintaannya kepada SFC rela jauh-jauh mengendarai motor datang langsung ke stadion.
“Anggota kami juga ada yang kehilangan motor, (anggota) dari PALI. Bahkan ada dua motor lagi sudah dijebol (kunci) pengamannya. Tapi kunci T-nya (pelaku) patah jadi selamatlah motor yang dua itu,” kata Aang dari Sriwijaya Mania.
Kalau dibuat catatan, maka hampir di setiap laga kandang SFC, pasti ada saja yang memanfaatkan keramaian untuk bertindak kriminal. Entah itu pencurian helm, motor, bahkan pernah juga ban mobil yang terpasang dicuri saat pemiliknya asyik menyaksikan bintang lapangan berlaga di Stadion GSJ.
Semoga saja, performa SFC terus membaik dan mampu bersaing di papan atas Liga 1 2018. Sehingga antusiasme penonton kembali menggelora dan menggetarkan mental lawan yang bermain di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring. Selain itu penonton yang hadir ke stadion tentunya membutuhkan jaminan keamanan dan kenyamanan selama berada di stadion. (ije)

















