PALEMBANG, fornews.co – Barito Putera pulang dengan tangan kosong usai dikalahkan Sriwijaya FC di laga pekan 30 Liga 1 2018 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Senin (12/11) malam. Dua gol Sriwijaya tak mampu dibalas Barito.
Pelatih Barito Putera Jacksen F Tiago mengakui penampilan pemainnya di babak I sangat buruk. Sebab, Ady Setiawan dkk ditekan Sriwijaya hingga garis pertahanan.
“Babak pertama kita sulit keluar dari tekanan. Praktis Sriwijaya terus menerus mengurung kita,” ujar Jacksen pada post match press conference di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Senin (12/11) malam.
Di babak II, menurut Jacksen, ada perbaikan penampilan pemainnya. Perlahan Barito mampu keluar dari tekanan Sriwijaya. Akan tetapi barisan gelandang Barito kesulitan menandingi Sriwijaya.
“Kita tidak mampu memanfaatkan kecepatan kita sebab Sriwijaya punya pressing bagus di tengah,” tutur pria asal Brasil ini.
Diakui Jacksen, sebenarnya strategi yang diterapkan pada laga tadi normal seperti laga lainnya. Tidak ada rencana bertahan saat menghadapi Sriwijaya.
“Kita punya kelebihan menekan, tapi pemain kita bermain di bawah performa, apalagi pemain asing. Bisa dilihat tadi (Marcel) Sacramento berapa banyak dapat bola, atau Matias (Cordoba) yang kita andalkan di lini tengah tapi tadi tidak tampak perannya. Bahkan setelah pemain asing diganti, permainan membaik,” katanya.
Bek Barito Putera Dandi Maulana mengucapkan selamat buat Sriwijaya FC yang meraih kemenangan. Mewakili pemain, Dandi meminta maaf kepada pelatih dan para suporter karena tak mampu membawa pulang poin.
“Kita bermain di bawah performa semua. Tidak tahu juga kenapa di bawah performa. Mungkin karena efek diri sendiri, mental. Pemain tentunya berharap ada evaluasi dari pelatih dan berbenah lagi untuk laga selanjutnya,” tutur Dandi. (ije)

















