PALEMBANG, fornews.co – Pihak-pihak yang dinilai ingin merusak sistem demokrasi yang sudah ada di Indonesia diwanti-wanti untuk berhenti melanjutkan upaya yang ada.
Hal tersebut diutarakan Ketua Umum Partai Nasional Demokrat (NasDem), Surya Paloh, saat menggelar kampanye terbuka Partai NasDem di pelataran Benteng Kuto Besak (BKB), Palembang, Rabu (31/1/2024).
Menurut Surya Paloh, kebebasan yang didapat pasca reformasi sleama seperempat abad silam harus terus dipertahankan. Karena negara ini memiliki sistem demokrasi.
“Artinya, kebebasan berserikat tidak boleh diintervensi atau dihalangi. Ini berbahaya sekali jika demokrasi yang kita perjuangan bersama kita sendiri merusaknya. Jadi pihak-pihak yang terlibat dalam hal merusak demokrasi untuk berhenti melanjutkan upaya yang ada,” ujar dia.
Surya Paloh mengatakan, bentuk pengrusakan tersebut bukan dilakukan atas ketidaktahuan melainkan bentuk kesengajaan. Makanya, dia mengingatkan kepada siapapun itu.
“Jangan coba-coba merusak demokrasi kita. Jangan coba-coba merusak demokrasi yang kita pilih,” kata dia.
Pemilik Media Group itu mengungkapkan, menang dan kalah dalam kontestasi politik merupakan hal yang biasa. Itu adalah konsekuensi dari jalan demokrasi yang sudah dipilih Indonesia.
Bagi Nasdem, sambung dia, kalah dan menang adalah urusan nomor dua, terpenting kemampuan untuk menjaga berjalannya sistem demokrasi tersebut.
Terlepas dari hal itu, tak lupa Surya Paloh mengingatkan seluruh kader di Sumsel untuk memikul tugas dalam menentukan nasib bangsa pada 14 Februari 2024 nanti.
Karena, sebagai partai yang mengusung pasangan Anies Baswedan sebagai calon presiden (capres) dan Muhaimin Iskandar sebagai calon wakil presiden (cawapres) atau pasangan AMIN, maka seluruh kader dan masyarakat Sumsel untuk memenangkan pasangan AMIN dan caleg dari Partai Nasdem.
“Kita saat ini memiliki misi besar, misi amat strategis, mengenai arah perjalanan kehidupan kebangsaan. Dengan sisa 15 hari ini, masih ada waktu untuk menentukan pilihan,” tandas dia. (aha)

















