YOGYAKARTA, fornews.co–Hampir bisa dipastikan sampah kertas terbuang sia-sia. Namun tidak bagi warga Kampung Dolanan di Pandes, Pangungharjo, Sewon, Bantul, Yogyakarta.
Sarmidi, misalnya. Warga Pandes, pegiat dolanan tradisional mengaku pernah kesulitan menjajakan mainan kertas. Ekonominya terpuruk akibat terdampak mainan impor berbahan plastik.
Keahliannya membuat mainan kertas didapatnya secara turun temurun dari pendahulunya di kampung dolanan.
Setelah diserang mainan impor, lanjut Sarmidi, tidak mudah menjual mainan kertas. Ia harus keliling kota menyusuri gang-gang sempit, dari kampung ke kampung, membawa mainan kertas. Bahkan menjajakannya dari sekolah ke sekolah; dari pasar ke pasar.
“Kalau dulu sangat laku keras,” ujar Sarmidi terkenang, Sabtu.
Namun Festival Kebudayaan Yogyakarta (FKY) tahun ini membuat angin segar bagi warga kampung dolanan.
Kata Sarmidi, setiap ada event yang berkaitan dengan kearifan lokal, Kampung Dolanan selalu diundang oleh pihak penyelenggara.
Sebagai pegiat kampung dolanan, Sarmidi berharap mainan dari sampah kertas yang tampil di FKY dapat mengajak bernostalgia warga Yogyakarta.
“Minimal bisa mengajak bernostalgia,” pungkas Sarmidi. (adam)
instagram:
@fornewsofficial
facebook:
fornews.co
FORNEWS BIRO JOGJA
instagram:
@fornewsjogja
facebook:
fornewsjogja
youtube:
Fornews Jogja
















