PALEMBANG, Fornews.co – Pemerintah Kota (Pemkot) Palembang kini resmi menghentikan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) di Kota Palembang. Pasalnya, kondisi di kota pempek saat ini sudah mulai membaik dari pandemi Virus Corona atau COVID-19.
Berdasarkan data, tercatat hingga kini total kasus terkonfirmasi positif di Palembang yakni sebanyak 929 orang. Dengan total kasus sembuh mencapai 328 orang sedangkan kasus meninggal dunia sebanyak 35 orang.
Wali Kota Palembang, Harnojoyo mengatakan pelaksanaan PSBB tahap kedua saat ini telah berakhir sejak Selasa kemarin (16/06). Pihaknya pun telah melakukan rapat evaluasi bersama Forkopimda Palembang. Berdasarkan evaluasi maka disepakati PSBB dihentikan dan tidak dilanjutkan kembali.
Kesepakatan tersebut diambil berdasarkan 15 indikator seperti kondisi Kota Palembang yang saat ini mengalami perubahan status dari zona merah ke zona orange. Dimana, ada penurunan jumlah kasus COVID-19 di Kota Palembang.
“PSBB yang dilakukan dua tahap telah berjalan dengan baik. Lantaran, zona merah telah berubah menjadi orange,” katanya, Rabu (17/06).
Dengan dihentikannya PSBB ini, pihaknya akan menerapkan disiplin protokol kesehatan seperti jaga jarak, pakai masker, dan sering mencuci tangan. Diharapkan masyarakat dapat lebih sadar dalam memperhatikan kesehatan mereka.
“Kami akan terus memperhatikan dan mengutamakan protokol kesehatan ini dibandingkan sanksi,” tutupnya.
Sementara itu, Kapolrestabes Palembang, Kombes Pol Anom Setiyadji menambahkan dengan dihentikannya PSBB di Palembang maka seluruh sanksi yang diberikan kepada masyarakat dihapuskan. Namun, pihaknya masih terus melakukan pengawasan dengan tujuan memberikan edukasi kepada masyarakat.
“Jadi nantinya kalau ada yang salah akan ditegur, diberikan mitigasi edukasi,” katanya.
Pengawasan protokol kesehatan ini nantinya ditekankan di area yang rentan terjadinya penularan seperti Pasar Tradisional. Pihaknya pun tetap mengerahkan personel gabungan TNI/Polri sebanyak 1.752 personel yang tergabung dalam gugus tugas.
“Kalau mall itu sudah ada alat pendeteksi suhu tubuh sendiri karena mereka ada manajemen. Kalau di Pasar itu tidak ada sehingga harus diedukasikan ke personal,” tutupnya. (lim)
















