SEKAYU, fornews.co – Wilayah Kabupaten Musi Banyuasin yang begitu luas dan didominasi lahan gambut membuat daerah ini sangat rawan terjadi kebakaran hutan, kebun dan lahan (Karhutbunlah). Tak hanya faktor cuaca di musim kemarau yang memantik timbulnya api, perilaku oknum warga dan perusahaan yang membuka lahan dengan cara membakar belum sepenuhnya teratasi.
Wakil Bupati Muba Beni Hernedi mengatakan, dengan penetapan status siaga bencana karhutbunlah lebih dini, dirinya optimis Pemerintah dapat mengatasi, mencegah dan meminimalisir terjadinya karhutbunlah. Apalagi Sumatra Selatan menjadi salah satu provinsi yang rawan terjadi karhutbunlah. Maka dari itu Pemkab Muba tetap pada komitmen mengedepankan antisipasi dan penanganan cepat jika terjadi karhutbunlah nantinya.
“Wilayah kita ini banyak lahan gambut, kita tak ingin kembali terulang karhutbunlah yang luasan terbakarnya cukup banyak. Pengendalian karhutbunlah harus matang di semua kecamatan dalam wilayah Muba. Persiapan harus lebih matang sebelum memasuki musim kemarau,” ujarnya usai mengikuti rapat koordinasi terkait Kesiapan Penanggulangan Kebakaran Hutan, Kebun, dan Lahan bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah Provinsi Sumsel yang dilakukan melalui video conference, Rabu (17/06).
Pada rakor yang dipimpin Wakil Gubernur Sumsel Mawardi Yahya tersebut, Beni didampingi Forkopimda Muba yaitu Kapolres Muba AKBP Yudhi Surya Markus Pinem, Dandim 0401 Muba Letkol Arm M Saifudin Khoiruzzamani, Kajari Muba Suyanto dan Ketua Pengadilan Negeri Sekayu Hendra Halomoan bertempat di Command Centre Polres Muba.
Wagub menyampaikan, Pemprov Sumsel mulai mempersiapkan diri jelang musim kemarau yang diprediksi mulai bulan Juli hingga Agustus. Agar penanganan karhutbunlah tahun ini lebih efektif, Pemprov Sumsel berencana menetapkan status siaga karhutbunlah sejak dini.
Rakor ini juga membahas persiapan di setiap daerah dalam melakukan pencegahan serta upaya penanggulangan saat kebakaran hutan, kebun dan lahan mulai terdeteksi. Selain itu, dibahas juga mengenai sarana prasarana penanganan karhutbunlah dan personel yang disiapkan baik oleh tim TNI, Polri dan pihak swasta di lapangan. (ije)
















