SEKAYU, fornews.co – Tak puas hanya memiliki mesin produksi lateks untuk mengolah karet untuk campuran aspal karet, Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin terus mengembangkan hilirisasi karet di sektor lain untuk meningkatkan penyerapan karet masyarakat serta mendukung program pemulihan ekonomi di tengah pandemi COVID-19 bisa tercapai.
“Sengaja kita mengundang bapak-bapak dari Puslit Karet Sembawa untuk memaparkan mengenai turunan hilirisasi industri karet. Agar kita bisa membangun home industry hilirisasi produk turunan karet di Kabupaten Muba,” ujar Sekretaris Daerah Kabupaten Muba Apriyadi dalam Paparan Pengembangan Hilirisasi Industri Kerajinan Produk Turunan Karet dari Tim Pusat Penelitian Karet Sembawa, di Ruang Rapat Sekda Muba, Kamis (19/11).
Menurut Apriyadi, untuk memaksimalkan kerja sama maka diperlukan Nota Kesepahaman (MoU) dengan Puslit Karet Sembawa kedepannya.
“Dengan kerja sama ini, kita juga akan membagi tugas perangkat daerah terkait, seperti Dinas Perkebunan tugasnya menyiapkan lateks dan petani karet. Kemudian Dinas Koperasi dan UMKM urusan pemasaran produk. Pekerjaan ini memang tidak mudah tapi kalau kita gotong royong Insyaallah program ini bisa berjalan, dan mesin yang kita beli nanti tidak mubazir,” kata Apriyadi.
Afrizal Vachlepi dari Pusat Penelitian Karet Sembawa dalam paparannya mengatakan, Indonesia merupakan pengekspor karet alam nomor satu di dunia, namun untuk konsumsi dalam negeri sangat sedikit.
“Kita bisa menggeser petani tidak hanya di industri hulu, melainkan juga ke industri hilir,” ujar Afrizal.
Lanjutnya, ada berbagai macam produk dari karet alam yang bisa dikembangkan di tingkat petani, di antaranya karet gelang, balon, sarung tangan medis, hingga suvenir gantungan kunci.
“Ini sangat bisa kita kembangkan di tingkat petani, kita (Puslit Karet Sembawa) sudah punya teknologinya, tinggal kita bina para petani dan geser teknologi ke sini,” tuturnya. (ije)
















