FORNEWS.CO
  • Metro Sumsel
    • Metropolis
  • Nasional
    • Internasional
  • Ekobis
  • Politik
  • Sport
    • All
    • Asian Games 2018
    • Babel Muba United
    • Ragam Sport
    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    Pemanjat cilik Kota Palembang, Dino Pramana Dipa, usai pengalungan medali pada katagori Boulder U-11 Putra, di Cakung, Jakarta Timur, Minggu (5/7/2026) kemarin. (fornews.co
/ist)

    Festival Panjat Tebing Kelompok Umur 2026: Dua Pemanjat Cilik Palembang Rebut 2 Emas 1 Perak

    Atlet muda cheerleading saat mengikuti Indonesian Cheerleading Association (ICA) South Sumatera Regional Championship 2026, di Lapangan Tenis Indoor Pierre A Tendean Palembang, Minggu (21/6/2026) kemarin. (fornews.co/foto: ist)

    Sebanyak 93 Atlet Muda cheerleading Unjuk Skill pada ICA South Sumatera Regional Championship 2026

    Siswa SMPN 9 Palembang, Fatih Noor Kertanegara, usai penyerahan medali juara 1 O2SN Tingkat Kota Palembang Tahun 2026 cabor Panjat Tebing, di Venue Panjat Tebing JSC Palembang, Minggu (14/6/2026). (fornews.co/foto: ist)

    Cabor Panjat Tebing O2SN Tingkat Kota Palembang, Siswa SMPN 9 Rebut Juara Nomor Lead dan Speed Putra Individu

    MENTERI Pemuda dan Olahraga, Erick Thohir, menerima penghargaan di ajang KWP Awards 2026, di Kompleks Parlemen, Jakarta, pada Kamis pagi, 16 April 2026. (foto fornews.co/komdigi)

    Menpora Erick Thohir sebut Diplomasi Olahraga Penting untuk Menjaga Hubungan Negara

    Pelatih Timnas Indonesia U-20, Nova Arianto. (fornews.co/foto: ist)

    Ini Daftar 28 Pemain Timnas U-20 yang Dipanggil Nova Arianto Ikuti TC Surabaya

    Kapolda Sumsel, Irjen Pol Sandi Nugroho dan Advokat, Kurator & Pengurus dari DR Hukum & CO, Adv. Hengki, SH, MH. (fornews.co/ist)

    Kapolda Sumsel Irjen Pol Sandi Nugroho Diharap Mampu Kolaborasikan Penegak Hukum dan Elemen Masyarakat

    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    • Ragam Sport
  • COVID-19
  • FornewsTv
  • Lain-lain
    • All
    • Advertorial
    • Berita Foto
    • Feature
    • Gaya Hidup
    • Hukum dan Kriminal
    • Kesehatan
    • Opini
    • Peristiwa
    ANGGOTA DPD RI Provinsi DIY, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno M.M saat nonton bersama (nobar) final Piala Dunia yang digelar di halaman Dewan Perwakilan Daerah RI DIY di Jalan Kusumanegara Senin dini hari, 20 Juli. (foto fornews.co/adam)

    Nobar Piala Dunia bersama Syauqi di Halaman DPD RI DIY

    ASWARUN BARERA sutradara "Negeri dalam Senandung Rinai" yang akan dipentaskan pada Sabtu, 26 Juli, mendatang di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG). (foto fornews.co/adam)

    Momentum Hari Anak Nasional, “Negeri dalam Senandung Rinai” Siap Dipentaskan di TBEG

    Karang Taruna Nawasena Tembus 10 Besar Jawa Tengah, Bukti Peran Pemuda Bangun Desa

    DIREKTUR Keselamatan dan Keamanan AirNav Indonesia, Nurcahyo, memastikan tidak mengganggu operasional penerbangan sipil dan melaksanakan safety assessment sebelum festival di Parangkusumo 11-12 Juli berlangsung. (foto fornews.co/jikf)

    AirNav Menjaga JIKF 2026 tetap Aman tanpa Gangguan Penerbangan

    RENDY dari Tim Yudhistira, Sleman, melalui karya Train Naga. (foto fornews.co/jikf)

    JIKF 2026 Resmi Ditutup, Tim Yudhistira Sleman Sabet Piala Raja

    KI MUJAR salah satu penggagas Sanggar Sangkerta dan Institute Sangkerta Indonesia. (foto fornews.co/adam)

    Sanggar Sangkerta Lahir Bersamaan Jumenengan Sri Sultan Hamengku Buwana X

    • Hukum
    • Peristiwa
    • Opini
    • Pariwisata
    • Gaya Hidup
      • Budaya
      • Teknologi
    • Advertorial
      • Profil
      • Galeri
    • Berita Foto
No Result
View All Result
FORNEWS.CO
Selasa, 21 Juli 2026
No Result
View All Result
FORNEWS.CO
No Result
View All Result
Home Lain-lain Gaya Hidup Budaya

Loman Park Menjaga Warisan Jawa dari Arsitektur hingga Rasa

Loman Park merawat dan menjaga budaya Jawa yang tetap hidup menguatkan identitas Jogja

Jumat, 17 April 2026 | 17:18
A A
LOMAN Park Hotel Jogja terlihat dari luar usai senja di kawasan Gejayan yang pernah menjadi sejarah pada masa Belanda menduduki Jogjakarta. (foto fornews.co/loman park)

LOMAN Park Hotel Jogja terlihat dari luar usai senja di kawasan Gejayan yang pernah menjadi sejarah pada masa Belanda menduduki Jogjakarta. (foto fornews.co/loman park)

JOGJA, fornews.co — Identitas Jogjakarta hari ini bukan lahir dari reklame atau jargon pariwisata, tetapi dari masyarakat yang setia merawat ingatan.

Hotel kerap dipandang hanya sebagai tempat singgah, namun, diam-diam Loman Park Hotel Jogja merealisasikan perawatan ingatan itu.

Di kawasan Gejayan, satu bangunan ikonik berdiri kokoh dikagumi wisatawan, Loman memilih tetap menyatu dengan lingkungan. Keputusan ini bukan kebetulan, tetapi sikap.

BacaJuga

Sanggar Sangkerta Lahir Bersamaan Jumenengan Sri Sultan Hamengku Buwana X

Terpilih ke Biennale Lyon 2026, Candrani Yulis Pameran “Passage” di IFI Jogja

Seabad Trubus Soedarsono, Pameran “Daulat Sampah” Maestro Seni Rupa Indonesia

Load More
HANDONO S PUTRO selaku Founder & Managing Director Loman Park Hotel Jogja. (foto fornews.co/)

Usai syawalan bersama awak media, General Manager Loman Park, Handono S Putro, mengisahkan bagaimana hotel ini memiliki sejarah panjang.

“Kami tidak ingin menjadi bangunan yang kehilangan cerita. Struktur lama itu kami rawat karena di situlah pengalaman yang berlapis bisa dirasakan tamu,” ujarnya kepada fornews.co, Kamis malam,16 April.

Berawal pada tahun 1990-an, hotel ini telah berganti identitas beberapa kali sebelum akhirnya  mengusung nama Loman Park pada 28 Oktober 2023.

Kata “Loman” diambil dari bahasa Jawa loma, yang bermakna ketulusan dan kedermawanan sebuah nilai yang ingin dihidupkan.

PENDAPA dalam Loman Park Hotel yang memperlihatkan identitas Jawa yang kuat.

Di tengah arus modernisasi yang sering mengedepankan efisiensi visual, Loman Park justru mempertahankan arsitektur Jawa klasik dengan langit-langit kayu jati yang disusun detail, bangunan yang tidak merusak langit kota, hingga ruang gamelan yang tetap berada di posisi awalnya.

Di sudut itu, di ruang gamelan, alunan musik tradisional menyambut tamu sebagai pernyataan identitas, bukan sebagai hiburan tambahan.

Handono menegaskan, pendekatan ini bukan romantisme masa lalu.

“Mempertahankan struktur asli adalah bagian dari pelestarian cagar budaya. Tamu tidak hanya menginap, tetapi merasakan suasana yang punya jiwa. Itu sesuatu yang tidak mudah direplikasi oleh bangunan baru,” ujarnya.

Lebih dari arsitektur, dapur hotel juga menjadi ruang penting dalam menjaga narasi budaya.

Sejak awal, area kuliner dirancang terbuka untuk interaksi antara koki dan tamu.

Kini, konsep itu diperkuat dengan sajian Nusantara otentik yang tidak disederhanakan demi selera pada umumnya.

Di sini, makanan tidak diposisikan sebagai pelengkap layanan, namun sebagai medium bercerita tentang Jogja dan Indonesia.

Handono menyebut peran hotel turut menentukan bagaimana sebuah kota dibaca oleh pengunjung.

“Profesionalitas memang penting, tetapi tanpa karakter, sebuah destinasi akan terasa generik,” selorohnya.

Loman Park justru mengambil posisi berbeda, menjadi jembatan antara kenyamanan modern dan kedalaman tradisi.

SETIAP wisatawan tamu Loman Park Hotel akan dilayani dengan ramah sekalian menikmati beragam menu kuliner Nusantara.

Komitmen itu juga terlihat pada praktik keberlanjutan yang dijalankan.

Mengacu pada filosofi Mamayu Hayuning Bawana, Loman mengembangkan pengelolaan sampah berbasis 3R, mengurangi penggunaan plastik, serta menghadirkan fasilitas wellness yang tidak terpisah dari kesadaran ekologis.

“Keberlanjutan bagi kami bukan proyek sesaat. Ini cara berpikir. Bagaimana kami beroperasi tanpa meninggalkan beban bagi lingkungan dan tetap memberi ruang bagi masyarakat sekitar untuk tumbuh bersama,” kata Handono.

Di tengah kepadatan kawasan Gejayan, taman luas di pusat hotel menjadi ruang jeda yang semakin langka di kota. Pepohonan tropis, kolam renang dengan desain lama, dan sirkulasi udara alami menghadirkan suasana resor yang tidak dibuat-buat.

Pilihan mempertahankan ruang hijau ini memperlihatkan bahwa kenyamanan tidak harus selalu datang dari kemewahan baru, tetapi bisa dari keberanian menjaga yang sudah ada.

Loman Park Hotel Jogja menunjukkan bahwa identitas kota bukan hanya dirumuskan oleh pemerintah atau industri besar, tetapi juga oleh aktor-aktor yang bersedia merawat detail kecil seperti kayu, suara gamelan, resep lama, dan cara menyambut tamu.

“Di situlah Jogja terus hidup tidak sebagai citra, melainkan pengalaman yang terasa utuh,” tutur Handono.

Ikuti Berita dan Artikel lain di Google News
Reporter: A.S. Adam | Editor: A.S. Adam
Copyright © Fornews.co 2016-2026. All rights reserved.

Bagikan Ke

  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk berbagi pada Twitter(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru)
  • Klik untuk mencetak(Membuka di jendela yang baru)
Tags: BudayaJawaLoman ParkPariwisataSejarahSeni
ADVERTISEMENT
Previous Post

Aparat Kejar Jejak Jaringan Perdagangan Satwa di Papua

Next Post

Kemendikdasmen Perpanjang Pelatihan Inklusif hingga 25 April

Ketua Umum INKOP TKBM, Muhammad Nasir, saat Rapat Anggota Tahunan Tahun Buku 2025 Induk Koperasi TKBM Pelabuhan Seluruh Indonesia, di Jakarta, Rabu (15/7/2026) kemarin.(fornews.co/ist)
Ekonomi Bisnis

Lebih Transparan, Aplikasi DERMAGA Disebut Mampu Tingkatkan Operasional Koperasi TKBM di Pelabuhan

Selasa, 21 Juli 2026

JAKARTA, fornews.co - Peluncuran aplikasi DERMAGA (Digital Ecosystem for Port Operations and Labor Management) menjadi langkah strategis dalam mendukung transformasi...

Read more
ANGGOTA DPD RI Provinsi DIY, Ir. Ahmad Syauqi Soeratno M.M saat nonton bersama (nobar) final Piala Dunia yang digelar di halaman Dewan Perwakilan Daerah RI DIY di Jalan Kusumanegara Senin dini hari, 20 Juli. (foto fornews.co/adam)

Nobar Piala Dunia bersama Syauqi di Halaman DPD RI DIY

Senin, 20 Juli 2026

Pengurus Baru PARFI DIY Resmi Dilantik, Jogja menjadi Pusat Produksi Film dan Ekonomi Kreatif

Sabtu, 18 Juli 2026

Nayaka Bhoomi Resmi Membuka Tiket “Negeri dalam Senandung Rinai”

Jumat, 17 Juli 2026
ASWARUN BARERA sutradara "Negeri dalam Senandung Rinai" yang akan dipentaskan pada Sabtu, 26 Juli, mendatang di Taman Budaya Embung Giwangan (TBEG). (foto fornews.co/adam)

Momentum Hari Anak Nasional, “Negeri dalam Senandung Rinai” Siap Dipentaskan di TBEG

Jumat, 17 Juli 2026
No Result
View All Result
  • Metro Sumsel
    • Metropolis
  • Nasional
    • Internasional
  • Ekobis
  • Politik
  • Sport
    • Sepak Bola
    • Sriwijaya FC
    • Ragam Sport
  • COVID-19
  • FornewsTv
  • Lain-lain
    • Hukum
    • Peristiwa
    • Opini
    • Pariwisata
    • Gaya Hidup
      • Budaya
      • Teknologi
    • Advertorial
      • Profil
      • Galeri
    • Berita Foto
  • Login

© 2019 FORNEWS.co | PT.SENTRAL INFORMASI BERDAYA.

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Create New Account!

Fill the forms below to register

All fields are required. Log In

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In