
SENTANI-Direktur Jenderal Kesehatan Masyarakat (Dirjen Kesmas) Kementerian Kesehatan (Kemenkeas) Anung Sugihantoro melaporkan, Kabupaten Jayapura memiliki angka kasus gizi buruk yang berkisar pada 0,03%, atau jauh lebih baik bila dibandingkan dengan angka nasional yang berada pada 3,7%.
Laporan tersebut telah disampaikannya kepada Presiden Joko Widodo (Jokowi), saat berkunjung ke SD Bonaventura di Jalan Raya Kemiri, Sentani, untuk meninjau pelaksanaan program pemberian pelaksanaan program pemberian makanan tambahan (PMT) kepada para ibu hamil, balita dan anak sekolah, Senin (17/10).
Anung melanjutkan, rendahnya kasus gizi buruk tersebut, karena Pemerintah Kabupaten Jayapura bersama dengan masyarakat setempat, telah mengembangkan makanan lokal yang diperkaya dengan ikan dan telur sebagai sumber proteinnya. Meski demikian, angka yang kecil tersebut tetap menjadi perhatian bagi pemerintah. “Sekecil apapun itu, Presiden Joko Widodo bertekad untuk menyelesaikan segala permasalahan yang tengah dihadapi. Meski hanya ada satu hingga lima orang, harus diselesaikan dengan baik. Yang penting anak-anak bisa menjadi sehat dan pintar,” tegasnya, seperti dikutip setkab.go.id.
Sementara, saat kujungan tersebut Presiden Jokowi memberi perhatian kepada 160 ibu hamil, 148 balita, dan 694 anak sekolah yang telah hadir untuk mengikuti arahan terkait PMT tersebut. Menurut Jokowi, kualitas sumber daya manusia (SDM) Indonesia yang baik harus memiliki gizi yang baik sejak balita. Oleh karena itu, arahan Presiden kali ini terkait dengan konsumsi biskuit sebagai makanan tambahan penambah protein yang turut dibagikan kepada warga yang hadir. “Biskuit ini untuk makanan tambahan. Ini diberikan khusus untuk ibu hamil, balita, dan anak-anak karena terdapat protein yang diperlukan tubuh,” kata Presiden.
Khusus kepada para ibu hamil, Jokowi berpesan agar rutin mengonsumsi biskuit tersebut sebanyak dua kali per hari selama tiga bulan pertama masa kehamilan. Sementara pada bulan-bulan selanjutnya, asupan makanan tambahan tersebut ditambah hingga menjadi tiga keping per hari. “Saya titip untuk ibu-ibu hamil roti biskuitnya ini untuk tiga bulan pertama dimakan hanya dua keping. Pada bulan keempat sampai sembilan baru tiga keping. Biskuit ini makanan tambahan. Para ibu tetap diharuskan untuk mengonsumsi makanan utama yang kaya akan protein dan gizi. Hati-hati, waktu kehamilan ini sangat menentukan sehat dan cerdasnya anak,” imbuhnya.
Bagi balita berusia 6 sampai 11 bulan, Jokowi menyarankan untuk mengonsumsi makanan tambahan khusus tersebut sebanyak 8 keping biskuit dalam sehari. Adapun bagi yang berusia 12 bulan hingga 5 tahun, disarankan untuk mengonsumsi sebanyak 12 keping setiap harinya. Sementara, anak-anak sekolah disarankan untuk mengkonsumsi biskuit yang berbeda dengan balita. “Tapi tetap setelah (bayi) lahir dan balita setiap bulan ditimbang di puskesmas atau posyandu. Kalau masih normal, bagus. Kalau kegemukan tolong direm,” tandasnya. (tul)















