PALEMBANG, fornews.co-Masyarakat pelaku usaha pariwisata diharapkan memperoleh nilai manfaat ekonomi dan tetap menjaga lingkungannya, supaya berkelanjutan.
“Bahkan diharapkan masyarakat pelaku usaha pariwisata ini bisa menghasilkan produk yang berkualitas. Hal yang disebut produk pariwisata itu adalah, destinasi yang berbasis alam, berbasis budaya, dan berbasi buatan. Itu produknya,” terang Deputi Bidang Pengembangan Destinasi dan Industri Pariwisata, Kemenpar, Dadang Rizki Ratman, pada Seminar Nasional Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, di Ballroom Hotel Novotel, Kamis (07/12).
Dadang menjelaskan, output dari seminar nasional ini setidaknya dapat menghasilkan bagaimana satu destinasi wisata, apakah itu yang berbasis alam, berbasis budaya, berbasis buatan dapat dikelola dengan baik oleh masyarakat setempat. “Selain itu, bisa merekomendasikan bagaimana para pelaku atau SDM-nya, bisa mengelolah pariwisata dengan baik. Apakah itu bentuknya, layanannya ataupun mengelolanya,” jelasnya.
Dadang mencontohkan, Kota Palembang yang sudah berkembang luar biasa dan punya wisata kuliner. Sehingga masyarakatnya mendapatkan nilai manfaat dari kuliner tersebut. “Jika ada produk wisata lain, itulah tugas kita bersama untuk mengembangkan produk-produk wisata lainnya,” ujarnya.
“Kita yakini, ke depan satu destinasi menjadi penyumbang devisa terbesar di negara ini. Secara umum, satu destinasi ini disiapkan dengan baik, tentunya dipromosikan. Apakah itu promosi di luar negeri atau dalam negeri,” tukasnya.
Sementara, Asisten Deputi Tata Kelola Destinasi dan Pemberdayaan Masyarakat, Oneng Setya Harini, yang menjadi salah satu pembicara menyatakan, perlunya memformulasikan strategi pengembangan tata kelola destinasi pariwisata melalui identifikasi kunci keberhasilan produk, layanan, dan kegiatan di masing-masing cluster TKDP.
“Penguatan dan keberlanjutan koordinasi lintas sektor akan mendukung target pembangunan pariwisata. Mengembangkan potensi dan meningkatkan keterampilan sumber daya manusia (SDM). Kemudian mengembangkan strategi pemasaran dan promosi; dapat mendukung target kunjungan 20 juta wisatawan mancanegara (wisman) dan 270 juta pergerakan wisatawan nusantara (wisnus) tahun 2019,” ujarnya.
Dipilihnya Palembang menjadi tempat penyelenggaraan seminar ini, selain sebagai salah satu cluster Tata Kelola Destinasi Pariwisata, juga dalam rangka mendukung Palembang sebagai tuan rumah Asian Games 2018. Palembang juga merupakan destinasi tematik sport tourism, baik active sport tourism, passive sport tourism, maupun nostalgic sport tourism. (bas)
















