KAYUAGUNG, fornews.co – Aktivitas kendaraan di jalur Tol yang ada di Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), Sumatera Selatan (Sumsel) kembali mengundang pertanyaan banyak orang. Pasalnya, meski hingga saat ini tol PPKA dan Kayuagung-Palembang tersebut belum diresmikan terpantau ada saja kendaraan yang melintas.
Informasi yang dihimpun, para pengendara ini salah satunya keluar masuk melalui pintu tol yang ada di Wilayah Kayuagung, baik untuk menuju Lampung maupun Palembang dengan jasa joki atau yang juga dikenal dengan istilah calo.
Sementara itu, pantauan di lapangan para calo ini menawarkan jasanya dengan cara terang-terangan kepada para supir dengan menunjukkan kertas bertuliskan ‘Tol Lampung’ ataupun ‘Tol lewat Lampung’ dan beberapa tulisan lain. Salah satunya seperti yang terlihat di Jalan Lintas Timur di Desa Celikah, Kecamatan Kayuagung.
Menanggapi hal ini, pihak kontraktor Tol dari PT Waskita Karya justru terkesan melemparkan hal ini kepada pihak keamanan. Perwakilan PT Waskita Karya, Usman Fakih mengatakan bahwa pihaknya sudah bekerja sama dengan pihak kepolisian untuk menjaga agar tidak ada yang masuk ke areal tol.
“Saya juga tidak tahu itu (ada calo), karena kita sudah serahkan ke Polres untuk pengamanannya. Kalau memang ingin ini (masuk) harus ada izinnya loh ya,” ungkapnya saat dihubungi, Senin (21/10).
Selain itu, dirinya juga menambahkan bahwa di pintu tol di Kayuagung seperti di Celikah sudah dipasang rambu bahwa tidak boleh ada kendaraan lain yang masuk serta penjagaan. “Kita sih berharap itu tidak ada yang masuk lagi ke situ. Di situ sudah ada rambu segala macam, selain itu bisa mengganggu pekerjaan juga,” ungkapnya.
Selain mengganggu aktivitas pekerja, kendaraan yang masih masuk tol ini juga berpotensi membahayakan dan mengakibatkan hal yang tidak diinginkan. Seperti kecelakaan lalu lintas yang terjadi beberapakali di ruas tol ini dalam sebulan terakhir yang salah satu korbannya adalah pekerja di proyek tol itu sendiri. (rif)

















