JAKARTA, fornews.co-Langkah Indonesia untuk menjadi kandidat tuan rumah Olimpiade 2032 tidak mudah. Karena harus bersaing dengan Australia, Jerman, Unifikasi Korea, Qatar, dan India.
Meski demikian, Indonesia tetap berkeyakinan bisa bersaing, karena memiliki berbagai keunggulan dibanding negara pesaing tersebut.
“Ya karena keadaan cuaca maupun suhu yang relatif stabil di Indonesia, keamanan, keramahan, kuliner, keindahan, dan lain-lain menjadi pertimbangan utama,” ujar Ketua Umum Komite Olimpiade Indonesia (KOI), Raja Sapta Oktohari, usai mengikuti Rapat Terbatas (Ratas) mengenai Rencana Pencalonan Indonesia Menjadi Tuan Rumah Olimpiade Tahun 2032, Rabu (4/11).
Oktohari mengungkapkan, langkah pertama yang segera dilakukan pihaknya adalah pemerintah akan membentuk komite khusus untuk menangani pencalonan Indonesia sebagai tuan rumah Olimpiade maupun Paralimpiade tahun 2032.
“Komite ini akan difokuskan untuk melaksanakan proses bidding yang akan berlanjut sampai tahun 2023. Harapannya nanti setelah tahun 2023 itu bisa ditetapkan bahwa Indonesia dipercaya sebagai tuan rumah Olimpiade maupun Paralimpiade 2032,” ungkap dia.
Oktohari menjelaskan, Indonesia akan fokus untuk memenangkan proses bidding, karena proses tersebut sangat penting dalam waktu beberapa tahun ke depan untuk mewujudkan keinginan Indonesia menjadi tuan rumah Olimpiade 2032. Kemudian untuk mendukung proses itu pihaknya telah mengajukan anggaran tahun jamak atau multiyears untuk tiga tahun.
Selanjutnya terus berkomunikasi dengan para stakeholder, terutama Kementerian Pemuda dan Olahraga dan Kementerian Keuangan dalam merencanakan, melaksanakan, dan juga mempertanggungjawabkan anggaran yang akan digunakan selama tiga tahun ke depan.
“Kami juga meminta agar Presiden dapat mengunjungi Kantor International Olympics Committee (IOC) di Swiss sebagai bagian dari upaya pencalonan tersebut. Bapak Presiden setuju, dan itu akan sangat membantu proses pencalonan kita sebagai tuan rumah Olimpiade maupun Paralimpiade 2032,” jelas dia.
Oktohari berharap, jika Indonesia diberi kepercayaan menyelenggarakan olimpiade, maka akan menjadi legacy dan sejarah baru bagi Indonesia. Karena untuk pertama kalinya olimpiade diadakan di Asia Tenggara. (aha)
















