PALEMBANG, fornews.co – Calon Wakil Presiden (Cawapres) 01 KH Ma’ruf Amin kembali menegaskan perihal hoaks yang menerpa Capres Joko Widodo. Menurutnya, adalah kebodohan jika masih ada yang percaya hoaks yang dihembuskan mengenai Jokowi.
Hal itu disampaikan Ma’ruf kepada para pendukungnya yang hadir pada Silaturahmi dan Peresmian Posko TKD Sumatra Selatan di Jalan Pangeran Ratu, Jakabaring, Palembang, Kamis (10/01) sore. Menurut Ma’ruf, berbagai kabar miring yang beredar mengenai Jokowi tidak ada yang benar.
“Di Sumsel ada hoaks atau tidak? Katanya Pak Jokowi PKI, padahal dia bilang ke saya waktu (pemberontakan) PKI (1965) umurnya baru 4 tahun. Nah apa ada (anggota) PKI balita? Dulu yang nyebarkan hoaks itu adalah La Nyalla Mattalitti, dia ngaku datang ke saya dan tobat. Kok yang meneruskan (hoaks) tidak tobat,” ujar Ma’ruf.
Selanjutnya Ma’ruf juga mengatakan, ada pula yang bilang Jokowi anti Islam. Lalu Ma’ruf menegaskan, sangat tidak mungkin Jokowi memilihnya sebagai Cawapres jika memang anti Islam.
“Saya ini kyai, kalau (Jokowi) anti Islam tidak mungkin angkat saya sebagai wakil. Bisa saja angkat politisi, pengusaha, profesional, TNI-Polri, tapi yang diangkat mendampingi beliau adalah saya, Ma’ruf Amin seorang kyai,” tegasnya.
“Perlu diingat pula, yang menetapkan Hari Santri Nasional itu Pak Jokowi. Sekarang juga Pak Jokowi sedang merintis Bank Wakaf Mikro di pesantren-pesantren. Bahkan kalau terpilih kita akan bangun 1.000 Bank Wakaf Mikro di pesantren seluruh Indonesia,” imbuhnya.
Ma’ruf menambahkan, saat ini juga sedang dirancang UU Pesantren dan Pendidikan Agama. Sehingga kedepan pesantren akan dapat porsi anggaran di APBN karena ditetapkan di UU.
“Siapa yang menetapkan, (UU Pesantren dan Pendidikan Agama) ya zaman Jokowi. Dengan berbagai catatan itu, kok masih dibilang anti Islam. Terus ente yang bilang itu, sudah kerjain apa buat Islam? Jadi clear ya, itu isu, provokasi dan hoaks yang disebarkan. Saya harap masyarakat Sumsel tidak terpengaruh hoaks, berita bohong, dan fitnah. Kalau masih percaya juga namanya oon, jangan mau jadi wong buyan,” tegas Ma’ruf. (ije)
















