PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumsel Herman Deru dan Kepala BNN RI Komjen Pol Heru Winarko, mengukuhkan empat remaja putra-putri sebagai Duta Anti Narkoba Provinsi Sumsel, di Griya Agung, Palembang, Kamis (10/01).
Pengukuhan duta anti narkoba ini sebagai salah satu bentuk perhatian gubernur terhadap bahaya narkoba yang bisa mengancam siapa saja, khususnya para generasi muda.
Dengan dilantiknya para duta anti narkoba dari kaum milenial ini, setidaknya para pemuda khususnya di Sumsel bisa lebih banyak mendapat pengetahuan maupun penyuluhan tentang bahaya narkoba.
Untuk mendukung kegiatan duta anti narkoba, HD juga meminta kepada semua pihak, terutama yang memiliki pengaruh cukup besar di tengah-tengah masyarakat untuk ikut menyuarakan perang terhadap narkoba, yang bisa mengancam semua kalangan tersebut.
“Saya minta semua pihak dan pejabat, para pemuka agama yang didengar oleh anak buahnya, yang dituruti, mohon dibimbing, diarahkan, (agar) masyarakat dan anak-anak kita untuk jauh dari narkoba. Karena generasi muda ini adalah penerus bangsa, jangan sampai generasi muda kita menjadi rusak,” kata HD.
Selain melalui duta anti narkoba, HD juga bakal menerapkan program baru sebagai langkah untuk menekan penyalahgunaan narkoba di Sumsel, yakni Desa Bersinar (Desa Bersih dari Narkoba).
“Ini program baru, nanti bekerja sama dengan ibu PKK, kami akan memberikan reward kepada desa yang berani mendeklarasikan diri sebagai desa anti narkoba,” tuturnya.
Sementara itu, Kepala BNN RI Komjen Pol Drs Heru Winarko, yang turut hadir mengatakan, pihaknya akan mengoptimalkan program P4GN (Pencegahan Pemberantasan dan penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba), dan menerapkan program – program baru yang setidaknya bisa mengurangi angka masyarakat yang terjerat dalam narkoba.
“Kami akan menerapkan program Desa Bersinar, karena ada sekitar 654 perkampungan narkoba di Indonesia, dan itu nanti akan kita ubah menjadi kampung yang bersih dari narkoba. Ibu-ibu dikasih kegiatan handmade, Pukesmas dilatih untuk menjadi konsultan anti narkoba, dan bekerja sama dengan dinas pendidikan akan ada modul tentang pencegahan narkoba dari tingkat play grup sampai universitas,” ungkapnya.
Adapun keempat duta anti narkoba tersebut, mereka adalah Angga Zulika Ramadhani, Ratu Tenny Leriva Herman Deru, Dion Patria Nugraha dan Lucyana Natasya. Mereka pun mengaku siap turun ke lapangan untuk menjalankan program ke sekolah-sekolah.
“Kami akan turun langsung ke sekolah – sekolah untuk mengadakan penyuluhan dan memberi kesadaran bagi anak-anak sekolah untuk menjauhi narkoba,” kata Ratu.(irs)
















