
MEMPAWAH, fornews.co- Presiden Joko Widodo mengatakan dipilihnya model mobile power plant dalam pembangunan PLTG karena membangunnya lebih cepat dan dapat dipindah-pindah.
“Kalau kita pakai yang batubara bisa sampai 4,5 tahun sampai 5 tahun. Tapi ini bisa dikerjakan cepat,” kata Presiden Joko Widodo (Jokowi) saat memberikan sambutan pada peresmian Pembangkit Listrik Tenaga Gas Mobile Power Plant (PLTG MPP) Parit Baru 4 X 25 MW, di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat (Kalbar), Sabtu (18/03).
Saat mengawali sambutannya pada peresmian PLTG MPP Parit Baru, di Kabupaten Mempawah, Kalbar itu, Presiden Jokowi mengatakan, saat meletakkan batu pertama pembangunan PLTG MPP itu enam bulan lalu, dirinya sempat bertanya kepada Dirut PLN berapa lama selesainya, yang saat itu dijawab enam bulan.
“Ternyata memang selesai, selesai. Dan yang dikerjakan saat itu memang bukan hanya yang di Mempawah di Kalimantan Barat saja. Ada delapan saat itu yang juga mulainya hampir sama di Lombok, di Bangka, di Lampung, di Nias Pontianak, di Riau, di Belitung, dan di Medan dan alhamdulillah semuanya sudah selesai sebanyak 500 megawatt,” kata Presiden.
Menurut Presiden, dirinya memang ingin semua pembangunan PLTG itu dikerjakan cepat, karena keluhannya sama, di semua provinsi, di semua kota, di semua kabupaten, kekurangan listrik, biarpet.
Presiden Jokowi mengingatkan, bahwa, ini adalah mobile power plant artinya setiap saat harus dipindah, harus bisa dipindah ke pulau yang lain, ke tempat yang lain yang juga sangat membutuhkan. Misalnya, di sini nanti, seperti tadi disampaikan oleh Menteri ESDM, sudah ada dari sumber supply dari sumber yang lain, misalnya 1.100 atau 1.300, sudah, berarti sudah berlimpah, bisa ini dipindahkan ke pulau yang lain yang juga masih memerlukan. “Karena ini mobile, bisa dipindah-pindah,” ujarnya. (cong/Setkab)















