
PALEMBANG, fornews.co- Wakil Ketua NU sumsel Hernoe Roesprijadji SIP menyampaikan, cerita dalam film Bid’ah Cinta yang disutradarai Nurman Hakim ini, mengandung pesan yang harus disikapi dengan toleransi tinggi.
“Film ini menceritakan latar belakang percintaan, tapi didalamnya ada nilai nilai yang bisa ditarik, yakni perbedaan pemahaman ajaran agama. Perbedaan itu ada, tapi harus disikapi dengan toleransi yang tinggi,” ungkapnya, saat mengajak keluarga besar NU Sumsel nonton bareng (nobar) film Bid’ah Cinta, di CineMaxx Palembang Icon, Sabtu (18/03) sore.
Hernoe menerangkan, sengaja memilih film ini karena mengangkat tema hubungan percintaan, yang dibalut dengan latar persoalan pemahaman agama yang berbeda. Misalnya soal perayaan Maulid Nabi, malam Nisyfu Syaban, doa Qunut, hingga tahlilan.
“Urgensi dari film ini bahwa perbedaan pandangan terhadap persoalan agama harus disikapi dengan toleransi yang tinggi, bukan dgn saling membenci dan mencaci yang rentan menimbulkan konflik,” terangnya.
Kemudian, jelasnya, film Bid’ah Cinta juga memiliki korelasi terhadap situasi dan kondisi yang saat ini sedang dialami oleh Bangsa Indonesia, yang dinilai sedang bergejolak dengan berbagai perbedaan pandangan.
“Kami berharap, setelah nonton film itu masyarakat bisa mengaplikasikannya ke dalam kehidupan sehari-hari, bahwa cinta bisa merekatkan perbedaan agama itu dengan menjaga fitrahnya sehingga tidak ada lagi konflik yang mengatasnamakan agama terjadi di negara ini,” pungkasnya.
Keluarga besar NU yang ikut menyaksikan film ini, yakni Ansyor, Fatayat, Muslimat, IPNU, IPPNU dan PMII. Selain itu, yang diluar keluarga besar NU ada MPII, tokoh agama, masyarakat, pemuda dan Gerakan Ayo Kerja.(tul)
















