PALEMBANG, fornews.co – Gubernur Sumsel Herman Deru membuka seminar dan dialog nasional “Pengelolaan Sumber Daya Alam di Era Revolusi Industri 4.0” di Grand Ballroom Hotel Aryaduta, Palembang, Selasa (12/02). Kegiatan ini digelar oleh Himpuni.
Herman Deru berharap, seminar dan dialog sehari ini mampu menciptakan dialog multisektoral terkait isu kunci dalam agenda regional dan global.
Kemudian, diharapkan juga dapat mempromosikan pemanfaatan Sumber Daya Alam (SDA) Sumsel, dan tak kalah penting untuk melawan kemiskinan serta menyelesaikan isu sosial dan ekonomi lainnya.
“Pemerintah Provinsi Sumatra Selatan mengucapkan selamat datang di Bumi Sriwijaya. Seminar ini merupakan kesempatan emas bagi kami untuk memperkenalkan potensi dan kekayaan alam Sumsel, agar dapat dipromosikan dan dimanfaatkan secara berkelanjutan, dan membawa manfaat bagi kesejahteraan rakyat Sumsel,” kata Herman Deru dalam sambutannya.
Dikatakannya, perkembangan teknologi yang semakin cepat sekarang ini mampu mengubah pola hubungan antara manusia di segala aspek kehidupan bermasyarakat, baik dari aspek sosial, ekonomi, hukum, politik dan budaya serta keamanan.
Terlebih, sebuah perubahan yang mau tidak mau harus disikapi dengan arif dan bijaksana agar menghasilkan dampak yang positif.
Herman Deru melanjutkan, fase perubahan yang kemudian dikenal dengan Revolusi Industri 4.0, adalah sebuah fase yang secara umum tentang otomatisasi dan pertukaran data dalam teknologi pabrik, robotic dan artificial intellegence.
“Selain perusahaan, negara juga akan menerima limpahan dampak atas perubahan revolusi industri terebut. Potensi meningkatnya jumlah pengangguran, sumber daya alam yang terkuras, masalah lingkungan, masalah sosial akibat pemutusan hubungan kerja dan masih banyak potensi dampak lainnya,” terangnya
Di akhir sambutannya, kemajuan sumber daya manusia, menurut Herman Deru menjadi dasar bagi sebuah daerah untuk mengelola SDA-nya, di mana akan berguna untuk menyejahterahkan masyarakat yang memang merupakan mandat konstitusi yang juga cermin dari keinginan, cita-cita dan pemikiran pendiri bangsa ini.
“Keadaan ini dapat tercapai bilamana kemajuan tidak hanya pada sumber daya manusia saja, namun juga harus maju di sektor pertanian, pangan, energi dan lain-lain,” tandasnya.
Seminar dan dialog ini juga dihadiri Menteri Perhubungan Republik Indonesia Budi Karya Sumadi, Menteri ESDM RI Ignasius Jonan, Anggota I BPK RI Dr. Agung Firman Sampurna, Anggota DPR RI H Wahyu Sanjaya, Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan.(bas)
















