SEKAYU, fornews.co – Program pemerintah pusat berupa Pembangunan/Pengembangan Perpustakaan dan Kearsipan Desa melalui Dana Desa tahun 2019, disambut baik kepala desa di wilayah Kabupaten Muba. Program ini diteruskan Pemkab Muba melalui Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (DPK).
Kepala DPK Kabupaten Muba, Yohanes Yubhar menjelaskan, Program Pembangunan Perpustakaan dan Kearsipan Desa melalui Dana Desa tahun 2019 merupakan program dari Kementerian. Sebagai pilot project ada 60 desa se Indonesia yang dipilih, termasuk Kabupaten Muba mendapatkan kuota lima desa.
Untuk lima desa yang terpilih nantinya, akan ada bantuan dari pusat berupa perangkat komputer dan koleksi buku, tujuannya agar seluruh desa termotivasi untuk punya perpustakaan desa.
“Ada syarat yang harus dipenuhi desa yang terpilih sebagi pilot project Program Perpustakaan Desa ini, yaitu desa harus ada akses internet, karena nanti akan diberikan PC dan aplikasi, kemudian perpustakaan bukan cuma baca buku, tapi tempat masyarakat berkegiatan sosialisasi, makanya dibutuhkan gedung perpustakaan. Ada gedung yang bagus dan nyaman, namun jika belum bisa dibangun sekarang, bisa disiapkan ruangan yang layak dan nyaman, sebagai tempat diskusi anak sekolahan/remaja dan dilengkapi akses internet,” paparnya.
Sementara itu, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Muba, Rusli mengatakan, jika untuk membangun gedung perpustakaan di setiap desa tentunya tidak memungkinkan, karena seluruh desa sudah melaksanakan muyawarah desa terkait Anggaran Dana Desa (ADD), tidak mungkin mereka merevisi karena sudah disahkan, dan juga menggunakan ADD tidak boleh ada intervensi.
“Memang program ini sangat bagus karena bermanfaat, apalagi menyentuh masyarakat langsung untuk menambah wawasan sehingga masyarakat bisa maju dan berkembang,” ungkapnya.
Sebagai alternatif, lanjut Rusli, akan disiapkan ruang untuk perpustakaan baik di kantor kades, gedung tidak terpakai atau lokasi pariwisata, tempat yang memang layak, baru masukkan program tersebut. Karena untuk anggaran tahun 2019 tidak bisa lagi dianggarkan, maka dari itu untuk menginstruksikan Kades menata satu ruangan dijadikan perpustakaan desa, kemudian perpustakan kabupaten yang langsung menyuplai.
“Kita dukung program pemerintah pusat ini, kita harapkan setiap desa ada perpustakaan, langkah awal buat surat bupati untuk seluruh camat, diteruskan ke Kades agar menyiapkan satu ruangan/pojok baca, termasuk struktur kepengurusannya. Tahun 2019 perpustakaan harus menganggarkan sarana dan prasarananya melalui APBD, dibina dan diawasi kades langsung, membina dan mengawasi penting sehingga bantuan buku, sarana dan prasarana yang diberikan terjaga tidak hilang,” imbuhnya.
Adapun program nasional ini disambut baik dan didukung penuh oleh sejumlah kades di wilayah Muba, di antaranya Kades Tegal Mulyo, Kecamatan Keluang dan Kades Gajah Mati, Kecamatan Babat Supat.
“Sebelumnya desa kami telah menerima bantuan 500 judul buku dari DPK Kabupaten Muba, tentu ini menjadi pelengkap jika nanti desa kami terpilih sebagai pilot project pembangunan perpustakaan desa, kemudian untuk pengurusnya kami sudah ada, mengambil staf dari perangkat desa,” kata Kades Tegal Mulyo, Junali.
Sambutan positif juga dilontarkan Kepala Desa Gajah Mati, Suryanak. Dia juga bersemangat dan berharap agar desa yang dipimpinnya bisa terpilih dalam program nasional ini.
“Kami sangat bersemangat, karena kebetulan juga di desa kami sudah mempunyai taman pariswisata, setiap hari libur ramai dikunjungi mayarakat dengan mayoritas remaja, namun belum ada kegiatan yang bermanfaat. Nah jika nanti disediakan pojok baca/ruang perpustakaan, maka kami yakin akan lebih ramai dikunjungi. Untuk kelengkapan rak buku akan kami akan siapkan bersama masyarakat dan pengurusnya juga akan kami siapkan,” tuturnya.(bas)

















