YOGYA, fornews.co – Sasono Mandoro (Saman) di Dusun Wiyoro, Kelurahan Baturento, Kapanewon Banguntapan, Kabupaten Bantul, DI Yogyakarta, digelar pelatihan wedang rempah.
Kegiatan itu diinisasi oleh Lingkar Keluarga Mocopat Syafaat (LKMS) bekerja sama dengan Gerakan Anak Bangsa (Gerbang) DIY pada Ahad (19/3/2023) sore.
Meski didominasi peserta Maiyah Mocopat Syafaat kehadiran Je Pentjak Jawi akrab disapa Pak Je, menambah pengetahuan terhadap manfaat empon-empon.
“Bagi leluhur kita, dahulu empon-empon atau rempah-rempah lebih dimanfaatkan untuk daya tahan tubuh,” ungkap Je Pentjak seraya memperlihatkan cara mengolah dan meracik empon-empon.
Pelatihan itu mengajarkan cara mengolah empon-empon menjadi ragam minuman segar menyehatkan tanpa bahan kimia dan pengawet.
Dalam mengolah dan meracik empon-empon, Je menganjurkan untuk sembari bersholawat agar hasil dan manfaatnya dapat maksimal.
Tak lama kemudian peserta diberikan kesempatan mempraktekkan membuat minuman dari olahan empon-empon.
Pentingnya mengolah empon-empon menjadi minuman siap saji tentu tidak asal meracik, ada takaran yang harus disesuaikan dengan kebutuhan.
Racikan empon-empon yang siap dibuat minuman bisa ditambahkan bunga telang atau biji selasih agar lebih nikmat saat diminum meski sebenarnya juga bisa ditambahkan susu.
Pada kesempatan yang sama penggagas LKMS, Bambang Tri Pandulu Widayat akrab disapa Lek Tripan, berharap pelatihan wedang rempah dapat dipraktekkan di rumah sehingga keluarga dapat merasakan manfaatnya.
“Menggali sekaligus melestarikan kekayaan sumber daya alam Nusantara,” ujarnya.
Menurut Tripan mencegah sakit lebih baik daripada mengobati.
Namun, pelatihan yang digelar di Saman itu tidak lantas berhenti begitu saja, kata dia, kegiatan LKMS akan berkelanjutan.
“Semoga nilai-nilai kekeluargaan dan keilmuan yang kita upayakan ini bisa berlanjut ke keluarga di rumah dan masyarakat sekitar panjenengan,” pungkasnya. (adam)
















