PALEMBANG, fornews.co – Anjungan Bansos Sriwijaya diluncurkan secara resmi oleh Gubernur Sumsel Herman Deru di Griya Agung Palembang, Sabtu (24/10). Aplikasi data center penerima bantuan sosial ini merupakan yang pertama di Sumatra Bagian Selatan.
HD menerangkan, kehadiran aplikasi Anjungan Bansos Sriwijaya ini menjadi pusat data penerima bantuan sosial baik dari APBN atau APBD. Selain itu aplikasi ini juga menjadi sarana pemantauan penyaluran Bansos kepada masyarakat sehingga ke depan data menjadi valid dan dapat diakses secara luas. Dengan demikian transparansi program yang ditargetkan dapat berjalan dengan efektif.
“Anjungan Bansos Sriwijaya ini kita buat bertujuan agar penyaluran Bansos di Sumsel tepat sasaran dan benar. Karena, ini akan dapat dilihat masyarakat secara transparan. Bahkan masyarakat juga bisa menjadi petugas intelejennya,” ujar HD usai peluncuran Anjungan Bansos Sriwijaya.
Menurut HD, peran masyarakat akan sangat membantu dalam memberikan informasi data penerima Bansos. Masyarakat bisa menginformasikan jika ada data penerima yang tidak tepat seperti adanya sasaran yang telah meninggal, pindah alamat atau bahkan jika ada penerima yang sudah tidak layak karena sudah berkemampuan.
“Nah inilah fungsinya untuk menghimpun semua informasi itu. Bupati dan Wali Kota akan menjadi dashboard-nya termasuk Forkopimda dan DPRD. Karena update data ini akan kita lakukan sampai tingkat kelurahan dan desa,” kata HD.
HD menyampaikan, Pemprov Sumsel akan berkoordinasi dengan Kementerian Sosial mengenai update data yang dilakukan. Sehingga daerah tidak hanya memasok data, tapi juga ikut membenahi data dari Kemensos. Harapannya tidak ada sasaran penerima bantuan yang memang berhak menjadi terlewatkan.
Peluncuran Anjungan Bansos Sriwijaya ini, lanjut HD, berawal dari ketidakadilan yang disuarakan masyarakat yang tidak mendapatkan bantuan. Baik itu bantuan dari pusat maupun daerah karena dalam penyalurannya masih merujuk Data Terpadu Kesejahteraan Sosial (DTKS) yang lama. Maka melalui aplikasi ini diharapkan juga mampu memberikan kontribusi dalam rangka menghadapi persoalan data Bansos khususnya di Sumsel. Karena dengan tersedianya data penerima Bansos akan mempercepat proses pelayanan pemenuhan kebutuhan dasar di daerah Sumsel.
“Untuk merevisi (data) itu kita tidak punya kewenangan. Dari sanalah saya dengan Perwakilan BPKP menggagas tentang data regional. Dan beruntung sekali Kepala Perwakilan BPKP kita mau memberikan bimbingan. Sehingga anjungan ini dapat menjadi navigasi kita dalam mendistribusikan bantuan agar tidak salah sasaran,” jelasnya.
Kepala Dinas Sosial Provinsi Sumsel, Mirwansyah mengatakan, selama ini ada beberapa hal yang melatarbelakangi dibuatnya Anjungan Bansos Sriwijaya yang merupakan inisiatif langsung Gubernur Sumsel Herman Deru. Di antaranya adalah penugasan Tim Gugus Tugas Akuntabilitas Pengawasan Percepatan Pandemi Covid-19 yang antara lain dari Bappeda, Dinas Kominfo dan Dinsos Provinsi.
Kemudian dalam masa Pandemi Covid-19 yang terjadi berdampak pada seluruh aspek kehidupan masyarakat baik masalah kesehatan, perlindungan sosial terutama masyarakat miskin. Sedangkan data usulan atau sasaran utama adalah yang bersumber dari kabupaten/kota belum diverifikasi dengan data kependudukan (NIK/KK) sehingga sangat berpotensi salah sasaran. Hal itu dapat mengakibatkan menumpuknya bantuan baik yang bersumber dari APBN, APBD maupun APBdes.
“Selain itu muncul juga permasalahan bagi masyarakat miskin yang tidak mempunyai NIK/KTP dan miskin baru akibat dampak Covid dipastikan tidak termasuk dalam DTKS dan dipastikan tidak mendapat bantuan sosial. Aplikasi inilah yang dapat menjawab permasalahan di atas di mana data DTKS dan Non DTKS ada di dalamnya,” terang Mirwansyah.
Mirwansyah mengatakan, aplikasi ini didesain dan dikonsep oleh Tim Gugus Tugas yang terdiri dari Kominfo, Bappeda, Dinsos dan langsung diawasi BPKP Perwakilan Sumsel.
“Anjungan ini sekaligus berfungsi untuk pemutakhiran data DTKS. Setelah ini akan kita adakan pelatihan bagi aplikator anjungan di seluruh daerah se-Sumsel,” tukasnya.
Peluncuran ABS ini ditandai dengan handscanning oleh Gubernur Sumsel Herman Deru yang didampingi Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Agus Suhardi, Wakil Ketua DPRD Provinsi Sumsel Kartika Sari Desi, Kapolda Sumsel diwakili Karo Logistik Polda Sumsel Kombes Pol Edy Yudianto, serta Kepala Perwakilan BPKP Tri Handoyo. Bahkan untuk memberikan gambaran yang jelas kepada masyarakat, dan tamu yang hadir Gubernur HD tak segan melakukan sendiri simulasi pengisian data untuk beberapa kabupaten.
Kepala Dinas Kominfo Provinsi Sumsel, Achmad Rizwan menyampaikan, aplikasi ABS ini dilaksanakan mulai dari tingkat Desa/Kelurahan, Kecamatan, Kabupaten, Provinsi serta di sediakan fitur Dashboard Pimpinan di tingkat Kab/Kota dan Provinsi untuk melakukan pengawasan dalam penyaluran Bansos.
“Masyarakat juga bisa mengecek apakah sudah terdata di ABS, dengan cara memasukkan NIK,” katanya.
Turut hadir pada peluncuran Anjungan Bansos Sriwijaya yakni Wali Kota Palembang Harnojoyo, Bupati Lahat Cik Ujang, Plt Bupati Muaraenim Juarsah, Plt Bupati PALI Ferdian Andreas Lacony, Wakil Bupati OKI HM Djakfar Shodiq, Pjs Bupati OI Aufa Syahrizal, Pjs Bupati OKU Muhammad Zaki Aslam, Pjs OKU Selatan Nora Elisya, dan Pjs Bupati Musi Rawas Ahmad Rizali. Hadir juga para Kepala Dinas Sosial dan Kepala Dinas Kominfo kabupaten/kota se-Sumsel. (ije)
















