
MAKASSAR-Mabes Polri akhirnya mengeluarkan izin penyelenggaraan Kongres PSSI di Yogyakarta, meskipun Exco PSSI telah merekomendasikan Makassar sebagai lokasi kongres.
“Mabes Polri sudah mengeluarkan izin penyelengaraan kongrs PSSI di Yogyakarta. Silahkan, teman-teman mengecek langsung ke Polda Yogyakarta, karena itu bukan wewenang kami lagi,” ujar Humas Polda Sulsel Komisaris Besar Polisi Frans Barung.
Frans enggan berkomentar soal alasan pemilihan Yogyakarta sebagai lokasi kongres Pemilihan PSSI. “Kami tidak berhak menjelaskan soal itu,” tegas Frans.
Dikonfirmasi, Ahmad Sutanto, wakil ketua panpel daerah kongres pemilihan PSSI mengungkapkan pihaknya sudah mendengar kabar itu. “Tapi, sampai saat ini kami belum mendapat petunjuk langsung dari PSSI. Jadi, sejauh ini persiapan sebagai tuan rumah tetap jalan,” ujar Ahmad, seperti di kutip Bola.com, (08/10).
Menurut Ahmad, pihaknya tetap menghormati Mabes Polri yang memberi izin penyelenggaraan ke Yogyakarta. “Kami hanya menyayangkan karena penunjukan Makassar sebagai tuan rumah sudah melewati mekanisme organisasi. Yakni diusulkan voters kemudian ditentukan oleh exco PSSI,” jelas Ahmad.
Ahmad menambahkan, pihak Asprov PSSI Sulsel antusias melakukan persiapan setelah mendapat dukungan dan jaminan dari Gubernur Sulsel, Wakikota Makassar, Pangdam VII Wirabuana dan Kapolda Sulsel. “Sayang semuanya mentah oleh surat Menpora Imam Nahrawi,” papar Ahmad.
Sebelumnya, Menpora mengeluarkan surat benomor S.2844/Menpora/IX/2016 yang isinya meminta kongres PSSI diadakan di Yogyakarta. Alasan menteri terkait dengan sejarah PSSI yang dimulai di Yogyakarta.
“Kami menilai penunjukan Yogyakarta akan menjadi preseden buruk buat pengelolaan sepakbola Indonesia. Karena untuk kesekian kalinya, pemberintah dalam hal ini Menpora kembali ikut campur pada wilayah teknis PSSI,” tutup Ahmad. (har)















