PALEMBANG, fornews.co – Semakin dekat pelaksanaan Asian Games 2018, kabar hoax semakin deras berembus. Indonesia Asian Games Organizing Committee (INASGOC), mengimbau masyarakat tidak mudah percaya dan menelan informasi yang beredar mentah-mentah.
Ketua INASGOC Erick Thohir tidak membantah banyak informasi yang mengaitkan INASGOC dari sumber yang tidak bertanggungjawab. Bukan hanya sekadar mengganggu persiapan yang dilakukan dan menimbulkan keresahan di masyarakat, akan tetapi kabar hoax yang beredar itu ada pula yang ingin mencari keuntungan pribadi. Seperti halnya yang sempat ramai beredar di media sosial mengenai perekrutan volunteer. Pada pesan berantai itu, bahkan disebutkan volunteer akan mendapat gaji Rp600 ribu per hari.
“Jangan percaya kabar hoax. Saya sudah bikin statement beberapa kali soal volunteer ini. Volunteer diperlukan sampai dengan 12 ribu orang saat pertandingan nanti. Informasi cek di web resmi Asian Games 2018,” tuturnya, di Bowling Center Sinarmas, Jakabaring Sport City, Sabtu (13/1).
Lebih lanjut Erick menerangkan, INASGOC tidak pernah menjanjikan gaji atau imbalan dengan jumlah tertentu bagi para volunteer. Meski demikian selama event berlangsung nantinya, volunteer akan diberikan uang transportasi, uang makan serta kelengkapan seperti sepatu, baju dan jaket. “Bukan seperti yang disebarkan di medsos, yaitu (volunteer) mendapat gaji Rp600 ribu per hari,” katanya.
Menurut Erick, khusus di Jakarta, INASGOC telah mendapatkan 1.400 orang volunteer yang akan bertugas di turnamen atau test event 9 cabang olahraga yang mulai di Februari mendatang.
“Alhamdulillah dari 27.000 orang yang mendaftar, sudah terseleksi 1.400 orang dan ini juga berkat kerja sama dengan pihak kepolisian yaitu Inafis untuk menyaring sejak awal calon volunteer ini,” pungkasnya. (ije)

















