KAYUAGUNG, fornews.co – Kabupaten Ogan Komering Ilir (OKI), menjadi salah satu wilayah di Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel), yang dianggap paling rawan terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla), di kala musim kemarau. Namun, kali ini belum terpantau titik api di Bumi Bende Seguguk tersebut.
Kepala Manggala Agni Daops III OKI, Candra Irfansyah melalui komandan regu pemadam, Viktor menerangkan, hingga saat ini kondisi di lapangan masih cukup aman bahkan menurutnya, dari hasil patroli yang dilakukan titik-titik atau lokasi yang sebelumnya sempat terbakar terjadi kebakaran kini masih berair.
“Di lapangan masih banjir, kita baru Minggu kemarin pulang dari patroli mandiri di Kecamatan Tulung Delapan,” kata Viktor, Senin (24/06).
Dikatakannya, rata-rata wilayah yang sebelumnya sempat terbakar seperti di Kecamatan Pangkalan Lampam, Cengal dan beberapa kecamatan lain, kondisinya masih sama dengan yang ada di Tulung Selapan.
Menurut Viktor, banjir seperti ini diperkirakan masih akan terjadi selama satu bulan ke depan.
“Jadi kita saat ini lebih fokus dan mengutamakan pada pencegahan, untuk itu patroli terus dilakukan disamping sosialisasi ke masyarakat dan koordinasi dengan pihak-pihak terkait. Wilayah kita ini masuk rawan karena gambutnya sangat luas,” ujarnya.
Terkait personel saat ini yang dimiliki oleh Manggala Agni Daops III OKI, lanjut Viktor berjumlah sekitar 55 orang. Di mana, para personel ini akan dibagi pada pos-pos yang telah ditempatkan sesuai kebutuhan dan kondisi di lapangan.
Untuk saat ini sambungnya, di OKI, berdiri tujuh posko dan bisa berubah jumlahnya sesuai keadaan dan kebutuhan. (rif)

















