SEKAYU, fornews.co – Bupati Muba Dodi Reza dan jajaran Pemkab Muba melaksanakan Salat Idul Adha 1440 Hijriah atau Minggu (11/08), di Masjid Jami’ An-Nur.
“Alhamduliilah pada tahun ini Pemkab Muba melaksanakan Salat Idul Adha bersama masyarakat di tempat ini, sekaligus sebagai upaya untuk menjalin ukhhuwah Islamiyah dan melaksanakan syiar Agama Islam di Kota Sekayu yang kita cintai ini. Mari kita jadikan momen ibadah berkurban sebagai sarana mendekatkan diri kepada Allah SWT dan menumbuhkan rasa peduli antara sesama umat dan manusia sebagai mahluk ciptaan-Nya,” kata Dodi dalam sambutannya.
Pada kesempatan ini, Dodi mengatakan bahwa pada hari ini jamaah calon haji baru saja menyelesaikan puncak rukun haji, wukuf di Arafah dan pelontaran jumrah di Mina. Untuk itu, ia mengajak seluruh jamaah Salat Id turut mendoakan jamaah calon haji, khususnya dari Muba senantiasa dalam kondisi sehat walafiat dan dapat menyelesaikan seluruh rangkaian ibadah haji dengan sebaik-baiknya.
“Semoga mereka dapat kembali ke tanah air dengan membawa predikat sebagai haji dan hajjah yang mabrur dan mabrurah. Dan tentunya akan menjadi teladan yang baik bagi masyarakat sekitarnya,” ujar Dodi.
Di sisi lain, Dodi juga menyampaikan bahwa di tahun ke-tiga program pembangunan lima tahunan, Pemkab Muba telah melakukan berbagai strategi untuk percepatan dan pemerataan pembangunan di Kabupaten Muba, demi terwujudnya masyarakat Muba yang sejahtera dan tercapainya visi Pemkab Muba yaitu Muba Maju Berjaya 2022.
“Dalam rangka mewujudkan visi pembanguan Pemkab Muba tersebut kita dituntut bekerja lebih cepat dan lebih banyak, agar visi tersebut benar-benar dirasakan oleh masyarakat, tidak sekadar menjadi slogan saja. Pemkab Muba mempunyai visi membangun umat berbasis agama dengan berbagai program mental keagamaan,” tutur Dodi.
Pertama, kata Dodi, melaui Perda Pesta Rakyat yang telah berjalan dan diberlakukan itu semuanya bertujuan meminimalisir dan menekan penggunaan dan peredaran narkoba serta mencegah terjadinya perbuatan asusila dan penyakit masyarakat lainnya.
Ke-dua Perda Pengelolaan Zakat dan Infak, sebagai wujud komitmen Pemkab Muba meningkatkan kepedulian terhadap masyarakat yang tidak mampu dan demi percepatan mengentaskan kemiskinan.
Program ke-tiga, Muba Mengaji yang ke depan diharapkan dengan program ini dapat memberantas buta huruf Alquran mulai dari anak-anak sampai orang tua, tak terkecuali seluruh aparatur pemerintah seluruhnya bebas dari buta aksara Quran.
Ke-empat Bantuan Sosial. Pemkab Muba melalui Baznas Kabupaten Muba sudah memiliki berbagai program penanggulangan kemiskinan dengan memanfaatkan zakat yang diperoleh.
Ke-lima Pondok Pesantren Yatim Piatu dan Dhuafa, sebagai implementasi dari cita-cita Pemkab Muba untuk membantu anak yatim piatu dan anak-anak dari keluarga kurang mampu agar dapat mewujudkan program Pemerintah yaitu wajib belajar 12 tahun.
“Ke-enam Pesantren Rakyat dan Sarjana Bina Desa, diharapkan adanya kesadaran dari masyarakat luas untuk memperdalam ilmu agama, tenaga pengajarnya para sarjana bina desa, diharapkan mereka langsung membaur di tengah masyarakat agar dapat memberi keteladanan langsung bagaimana mengamalkan Islam yang benar, sehingga diharapkan membekas di hati masyarakat bahwa Islam adalah agama yang Rahmatan Lilalamin,” papar Dodi.
Sementara itu, Sekda Muba Apriyadi mengatakan, pelaksanaan Salat Id ini menjadi momentum meningkatkan ukhwah Islamiyah dan silaturahmi Pemkab Muba kepada masyarakat Muba.
“Sekaligus wujud syukur atas nikmat Allah SWT, dianugerahkannya nikmat iman dan Islam,” kata Apriyadi.
Apriyadi juga melaporkan, untuk penyembelihan hewan kurban dari jajaran Pemkab Muba berhasil mengumpulkan 41 sapi dan 1 ekor kambing.
“Alhamdullilah sudah didistribusikan ke beberapa masjid dan pondok pesantren di Kabupaten Muba,” ujarnya.(bas)
















