MUBA, fornews.co—Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya (Unsri) memilih Musi Banyuasin sebagai laboratorium edukasi.
Hal itu disampaikan Sekretaris Daerah Muba, Apriyadi, usai melepas 47 mahasiswa dan mahasiswi Fakultas Pertanian UNSRI dalam rangka magang membina desa di Kabupaten Musi Banyuasin.
Sekda Muba menilai tepat karena luas daerah wilayah Musi Banyuasin mencapai 14.265 km.
“Sangat tepat jika Fakultas Pertanian UNSRI memilih Musi Banyuasin sebagai lokasi belajar,” ucapnya.
Apriyadi mengatakan, wilayah Musi Banyuasin dianugerahi dengan Sumber Daya Alam (SDA) yang berlimpah.
Di antara sumber alam yang berlimpah di Muba itu yakni gas, minyak dan batubara.
Namun, bagi masyarakat Musi Banyuasin, kelapa sawit dan karet, merupakan sumber mata pencaharian utama.
Kelapa sawit, misalnya. Sejak tahun 2017 telah melakukan replanting pertama dan terbesar di Indonesia hingga mencapai 15 ribu hektare.
Bahkan kemudian medorong hilirasi kepala sawit menjadi bahan bakar nabati dengan teknologi biohidrocarbon.
Sedangkan untuk komoditas karet, Pemkab Muba telah mengembangkan inovasi untuk penggunaan aspal karet.
“Maka juga sangat cocok jika para mahasiswa dan mahasiswi Unsri menjadikan Muba sebagai laboratorium untuk meningkatkan kemampuan hard skill dan soft skill,” kata Apriyadi.
Mengetahui potensi besar di Muba, pemerintah setempat terus melakukan peningkatan kapasitas petani dan penataan kelembagaan petani: KUD atau kelompok tani.
Selain itu, pemerintah setempat juga melakukan penataan terhadap kelembagaan petani dan pemasaran melalui Unit Pengolahan dan Pemasaran Bokar (UPPB).
“Hingga saat ini Muba memiliki UPPB hingga 97 unit, terbanyak di Sumsel, dan terus berkembang,” sebut Apriyadi.
Kepada mahasiswa dan mahasiswi Unsri yang sedang magang di Muba, Sekda Muba itu berharap mereka dapat memberikan solusi terhadap permasalahan di lapangan.
Selain itu, para mahasiswa dan mahasisiwi Unsri dapat mengimplementasikan program “Merdeka Belajar dan Kampus Merdeka” untuk meningkatkan kapasitasnya sebagai mahasiswa.
Sementara itu, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Sriwijaya, Muslim, mengagumi berbagai inovasi yang ada di Muba.
Ia bahkan sependapat dengan yang disampaikan Sekda Muba bahwa seluruh wilayah Musi Banyuasin sangat tepat sebagai Program Studi Agribisnis.
“Selama satu bulan penuh 47 mahasiswa dan mahasiswi akan melaksanakan magang di Muba, khususnya di kecamatan Sungai Lilin dan kecamatan Keluang,” kata Muslim.
“Ini menjadi kesempatan emas bagi para mahasiswa. Mereka dapat melakukan identifikasi permasalahan dan memberikan solusi dengan melakukan survei dan wawancara.”
Kegiatan yang dilakukan para mahasiswa Fakultas Pertanian Unsri itu dapat menjadi sumbangsih bagi pertanian di Muba.
Muba yang dikenal dengan inovasi dan sumber daya alamnya menjadi daya tarik tersendiri.
“Kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada pemerintah Kabuaten Muba yang sudah memfasilitasi paramahasiswa Unsri untuk belajar di sini,” pungkas Muslim. (adam)

















