SEKAYU, fornews.co – Pemerintah Kabupaten Musi Banyuasin (Pemkab Muba) kembali menerima predikat opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) yang ke lima kalinya, atas penyajian laporan keuangan.
Kementerian Keuangan melalui Kepala KPPN Sekayu, Sugeng Hermanto menyatakan, Penghargaan WTP pada Pemkab Muba ini merupakan penghargaan yang ke kelima kalinya.
“Hasil kinerja laporan keuangan itu diperoleh dari audit BPK (Badan Pemeriksa Keuangan) Perwakilan Sumatera Selatan yang dinilai sangat baik dan memuaskan tanpa ada catatan,” ujarnya, di sela-sela penyerahan penghargaan pada Rapat Koordinasi Percepatan Pelaksanaan Dana Alokasi Khusus (DAK) fisik Tahun 2018, di Ruang Rapat Randik, Kamis (11/10).
Sugeng juga menyampaikan, kepada pemerintah daerah bahwa tahun depan penggunaan anggaran oleh Kepala PD (Perangkat Daerah) harus melalui pemaparan terlebih dulu dihadapan kepala daerahnya bupati atau walikota.
“Kepala PD wajib memaparkan kepada kepala daerah masing-masing, untuk apa saja anggaran tersebut. Laporan itu dilakukan di awal tahun sebelum penggunaan anggaran agar dalam penyerapannya tidak menyimpang dan sesuai ketentuan,” terangnya.
Sementara, Bupati Muba Dodi Reza Alex, yang diwakili Sekda Muba, Drs H Apriyadi MSi mengapresiasi, kinerja seluruh Kepala PD Pemkab Muba yang sudah bekerja kerasnya, serta kehati-hatiannya dalam mengelola anggaran sehingga Muba dapat mempertahankan WTP 5 kalinya.
“Mewakili Bupati, saya berpesan kepada kepala PD/mewakili yang hadir agar terus mempertahankan penilaian Opini WTP. Sebab penilaian WTP menunjukkan bahwa daerah tersebut dalam mengelola keuangan sesuai dengan prosedur yang benar sesuai dengan ketentuan dari Kementerian Keuangan,” ujarnya.
Apriyadi melanjutkan, atas aturan tersebut Kepala PD seharusnya paparan dulu sebelum menggunakan anggaran, dan harus bisa menjelaskan kepada Bupati atau Walikota apa saja program kerjanya dan bagaimana penggunaan anggarannya.
“Tahun depan, di Pemkab Muba saya akan terapkan aturan ini, seluruh Kepala PD harus memaparkan dulu didepan bupati dan wakil bupati, sebelum anggaran tersebut digunakan. Jadi, kita tahu apa saja yang akan dikerjakan dalam satu tahun,” tandasnya.(tul)

















