YOGYAKARTA, fornews.co–Kawaasan Malioboro bakal diperuntukkan bagi pejalan kaki. Selama dua pekan ke depan uji coba akan dilakukan dengan rekayasa lalu lintas giratori atau skema berlawanan arah jarum jam.
Sejumlah ruas jalan khusus di sekitar kawasan Malioboro akan diberlakukan satu arah, diantaranya Jalan Mayor Suryotomo, Jalan Mataram, Jalan Abu Bakar Ali, Jalan Pembela Tanah Air, dan Jalan Letjen Suprapto.
Sedangkan rekayasa lalu lintas di Jalan Malioboro mulai dilakukan pada Selasa (3/11/2020) depan, pukul 11.00-22.00 WIB. Sementara di luar Malioboro berlaku 24 jam.
Namun, pemerintah setempat membuat pengecualian terhadap kendaraan bermesin yang diperbolehkan melintas di kawasan Malioboro.
Kendaraan bermesin yang diperbolehkan itu yakni bus Trans Jogja, kendaraan kepolisian, kendaraan layanan kesehatan, pemadam kebakaran dan kendaraan patroli.
Setelah masa uji coba pada tanggal 3-15 November 2020 selesai, Malioboro tetap terlarang bagi kendaraan bermesin, kecuali kendaraan bermesin yang tersebut.

Rekayasa lalu lintas akan kembali dilakukan lebih awal dari uji coba sebelumnya mulai pukul 06.00 hingga 22.00 WIB.
Sedangkan keluar-masuk barang untuk aktivitas ekonomi di Malioboro dapat dilakukan setelah pukul 22.00-06.00 WIB.
Perlu diiketahui, saat ini kawasan Malioboro sedang dipromosikan menjadi bagian dari World Heritage.

Penataan transportasi menjadi salah satu poin penting agar Malioboro terbukti pantas menjadi bagian dari World Heritage.
Pemerintah setempat berharap, masyarakat Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta turut mendukung kawasan Malioboro menjadi bagian dari warisan dunia yang diakui dunia melalui Unesco. (adam)
FORNEWS OFFICIAL
instagram:
@fornewsofficial
facebook:
fornews.co
FORNEWS BIRO JOGJA
instagram:
@fornewsjogja
youtube:
Fornews Jogja
















